Connect with us

Fiksi

Mimpi Saya Menjelang Fajar Tadi, Bertemu Lagi Dengan Sahabat Terbaik

Published

on

Menjelang fajar tadi, saya bermimpi bertemu sahabat terbaik saya. Dia sudah tidak lagi menggunakan kursi rodanya. Tubuhnya tidak lagi tambum dan nampak jauh lebih menyusut dan sehat. Wajahnya nampak jauh lebih cerah dan nampak bebas lepas serta berbahagia.

Dia ada di kantor dan bahkan sehabis tiduran cukup lama di ruangannya. Saya dipanggil dan diminta menuju ruangannya sebagaimana dulu ketika dia masih ada di ruangannya.


Mungkin ini merupakan refleksi dari kegundahan saya yang sudah lama berpisah dengannya. Mungkin juga ini refleksi dari batin saya yang lama tidak saling curhat dan bercengkerama dengannya. Mungkin ini juga sebenarnya refleksi dari keinginan saya yang kuat untuk walau sejenak dapat bertemu lagi dengannya.

Kami bertemu dalam kondisi sama-sama sehat dan tidak begitu banyak ngobrol sebagaimana biasanya. Kami hanya sekedar say hello, menanyakan kondisi dan kesehatan masing-masing, dan dia menutup pembicaraan agar saya selalu menjaga kesehatan. Saya sebagaimana biasanya hanya dapat mengucap “siap”.

Pertemuan yang cukup singkat dan pesannya cukup membuat saya tambah galau karena walaupun mulut saya mengucap “siap”, namun saya tidak begitu yakin mampu melaksanakannya. Namun yang penting, dalam pertemuan singkat tersebut, saya sudah bertemu dengan sahabat terbaik saya dalam kondisi dia nampak baik-baik saja.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement