Bachtiar Nasir Terbelit Kasus Skandal Pencucian Uang? | Jejaring
<iframe width="560" height="315" src="http://embed.jejaring.net/?p=70535 frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>
5 stars 131 Votes Kapitra Amperam kuasa hukum Bachtiar Nasir mendatangi gedung Badan Reserse Kriminal Polri di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Februari 2017....
Bachtiar Nasir Terbelit Kasus Skandal Pencucian Uang?Kapitra Amperam kuasa hukum Bachtiar Nasir mendatangi gedung Badan Reserse Kriminal Polri di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Februari 2017....thumbnail text
Fakta & Peristiwa

Bachtiar Nasir Terbelit Kasus Skandal Pencucian Uang?

Kapitra Amperam kuasa hukum Bachtiar Nasir mendatangi gedung Badan Reserse Kriminal Polri di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Februari 2017. Mereka datang untuk menanyakan kasus dugaan pencucian uang yang meminta Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut sebagai saksi.

Kapitra Ampera menyebutkan bahwa Bachtiar Nasir menerima surat pemanggilan pemeriksaan pada pukul 23.34 WIB, Senin, 6 Februari 2017.

More:   Akhirnya Ahok Dinyatakan Bersalah Dan Dipidana 2 Tahun Kurungan Penjara

Dalam surat itu, kata Kapitra Ampera, disebutkan bahwa pemeriksaan itu berdasarkan laporan polisi bertanggal 6 Februari 2017. “Sprindiknya (surat perintah penyidikan) pun terbit tanggal 6 Februari.”

Menurut Kapitra Ampera, berdasarkan Pasal 227 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, surat pemanggilan harus dikirim paling lambat tiga hari. Namun, untuk pemanggilan Bachtiar Nasir, hanya dua hari sebelum diperiksa. “Maka kami datang ke sini untuk meminta konfirmasi, apakah ini sudah tepat dan sesuai perundangan,” ujar Kapitra Ampera.

More:   Ternyata Ada Juga Karangan Bunga Oke Oce Untuk Ahok

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri memanggil Bachtiar Nasir sebagai saksi untuk kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Melalui surat panggilan bernomor S. PGK/368/ISI/2017/Dit Tipideksus, penyidik meminta pentolan GNPF MUI tersebut datang ke kantor sementara Bareskrim pada Rabu, 8 Februari 2017, di Kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat.

More:   AS Tetap Akan Mempersenjatai Milisi Kurdi, Turki Memprotesnya Dengan Keras

Dalam surat itu, dijelaskan Bachtiar Nasir, hendak diperiksa soal kasus pengalihan kekayaan yayasan kepada pembina, pengurus, dan pengawas, baik dalam bentuk gaji, upah, maupun honorarium atau bentuk lain yang dapat dinilai dengan uang. Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala Subdirektorat III TPPU, Komisaris Besar Roma Hutajulu.

Sumber Video: Metrotvnews; Sumber Berita: Tempo.co

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top