Ahok Blunder Besar, Blunder SBY Tidak Kalah Konyolnya | Jejaring
Analisis

Ahok Blunder Besar, Blunder SBY Tidak Kalah Konyolnya

5 stars 285 Votes Iya harus diakui bahwa Ahok beserta tim pengacaranya melakukan blunder pernyataan yang cukup fatal, yaitu dengan nada yang seolah memojokkan...

Iya harus diakui bahwa Ahok beserta tim pengacaranya melakukan blunder pernyataan yang cukup fatal, yaitu dengan nada yang seolah memojokkan KH. Ma’ruf Amin. Untungnya, Ahok segera melakukan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.

Bagaimana dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), klarifikasi dalam bentuk konferensi pers kemarin, tidak kalah blundernya dan tidak kalah konyolnya. Alih-alih menjernihkan suasana, SBY justru menuduh ada pihak-pihak yang melakukan penyadapan, diantaranya sasaran utamanya adalah Ahok beserta tim pengacaranya, bahkan aparatur pemerintah.

Mungkin maksud sebenarnya dari SBY dalam momentum kemarin adalah murni klarifikasi untuk menepis dugaan tuduhan dari tim pengacara Ahok. Namun, bahasa bersayapnya terlalu melebar kemana-mana, bahkan nampaknya halus, namun meberikan penekanan yang pada dasarnya menyatakan protes keras kepada aparatur Pemerintahan Presiden Jokowi.

More:   Ketika Ahok Sudah Patah Arang Di Dunia Politik

Secara eksplisit SBY juga ingin meminta kopian yang diduga transkrip ataupun rekaman sadapan, yang menurut SBY telah diklaim oleh tim pengacara Ahok, dengan alasan takut akan dapat dilakukan modifikasi yang sangat mungkin akan menyudutkan penguasa Cikeas ini. Lho kok yakin bahwa tim penasehat hukum Ahok melakukan tindakan penyadapan? Valid nggak sumber infonya?

Konyolnya, SBY juga mengakui bahwa dugaan telepon SBY ke KH. Ma’ruf Amin benar adanya, dengan alasan apapun juga. Ini khan justru menguntungkan tim penasehat hukum Ahok

More:   Menunggu Langkah Erdogan Selanjutnya, Setelah AS Mempersenjatai YPG

Nah, alih-alih masalah akan terselesaikan dengan jernih, publik justru semakin bertanya-tanya ada apa sebenarnya dibalik semua kasus ini. Dalam hal ini, SBY nampak terlalu reaktif dan kurang menep, walaupun dibungkus dengan bahasa yang sangat halus. Serta memposisikan diri sebagai pihak yang di zalimi.

Memang sih, dalam rekaman klarifikasi SBY kemarin menggunakan bahasa super halus, menampik anggapan bahwa dirinya sedang dalam kondisi sangat marah, namun publik tidaklah sebodoh yang dibayangkannya. Kemarahan besar jelas sangat terlihat dari klarifikasi dengan tutur bahasa halus dan santun tersebut. “Ini dadaku, mana dadamu”,”aparat harus…..”,”Presiden harus…..”,”hukum harus….”, benar-benar menunjukkan tanda-tanda yang sangat tidak mengandung kemarahan. Benar sekali sangat tidak marah bukan?

More:   Apakah Bahan Dasar Bom Bunuh Diri Teroris Di Kampung Melayu, TATP?

Bayangkan, jikalau nanti rekaman dan transkrip tersebut benar-benar ada, dan kemudian ternyata didapat bukan dari pendekatan penyadapan, dan informasi didalamnya terbukti benar adanya sebagaimana dugaan tim penasehat hukum Ahok. Lebih parah lagi jikalau bukti yang dimiliki oleh tim penasehat hukum Ahok nanti tersebar ke ranah publik, alangkah dahsyatnya dampaknya bagi keluarga Cikeas, terutama pasangan AHY – Silvy.

Ahok blunder besar dan konyol, namun SBY tidak kalah bikin ngakak blundernya. Keduanya, menurut saya melakukan blunder yang sama-sama konyol bagi sosok-sosok sekelas mereka berdua.

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

 
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top