Simak Pidato Megawati Dengan Adil, Jangan Asal Menuduh Serampangan | Jejaring
<iframe width=1040 height=585 src="http://embed.jejaring.net/?p=70098 frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>
5 stars 300 Votes Megawati dalam awal pidatonya sudah mengucap salam sebagaimana layaknya seorang muslim, dan mengucapkan salam lainnya sebelum menyapa para tamu undangan...
Simak Pidato Megawati Dengan Adil, Jangan Asal Menuduh SerampanganMegawati dalam awal pidatonya sudah mengucap salam sebagaimana layaknya seorang muslim, dan mengucapkan salam lainnya sebelum menyapa para tamu undangan...thumbnail text
Analisis

Simak Pidato Megawati Dengan Adil, Jangan Asal Menuduh Serampangan

Megawati dalam awal pidatonya sudah mengucap salam sebagaimana layaknya seorang muslim, dan mengucapkan salam lainnya sebelum menyapa para tamu undangan VVIP. Sayangnya, dalam beberapa transkrip dari media mainstream tidak ditulis bahwa Megawati telah mengawalinya dengan salam.

…..

Apa yang terjadi di penghujung tahun 2015, harus dimaknai sebagai cambuk yang mengingatkan kita terhadap pentingnya Pancasila sebagai “pendeteksi sekaligus tameng proteksi” terhadap tendensi hidupnya “ideologi tertutup”, yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Ideologi tertutup tersebut bersifat dogmatis…….

Syarat mutlak hidupnya ideologi tertutup adalah lahirnya aturan-aturan hingga dilarangnya pemikiran kritis. Mereka menghendaki keseragaman dalam berpikir dan bertindak, dengan memaksakan kehendaknya. Oleh karenanya, pemahaman terhadap agama dan keyakinan sebagai bentuk kesosialan pun dihancurkan, bahkan dimusnahkan. Selain itu, demokrasi dan keberagaman dalam ideologi tertutup tidak ditolelir karena kepatuhan total masyarakat menjadi tujuan. Tidak hanya itu, mereka benar-benar anti kebhinekaaan. Itulah yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini. Disisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa “self fulfilling prophecy”, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya.

Penggalan kalimat “Para peramal masa depan….. inilah yang dianggap seolah-olah Megawati menistakan pengimanan umat terhadap takdir Allah. Nah ini yang nggak paham siapa sebenarnya. Lha ini sebenarnya Megawati mengkritisi orang-orang yang sok tahu tentang masa depan bahkan setelah dunia fana. Bukannya menistakan pengimanan terhadap takdir.

More:   Menunggu Langkah Erdogan Selanjutnya, Setelah AS Mempersenjatai YPG
 

Halaman: 1 2

Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top