Connect with us

Peristiwa & Opini

Simak Pidato Megawati Dengan Adil, Jangan Asal Menuduh Serampangan

Published

on

Simak Pidato Megawati Dengan Adil, Jangan Asal Menuduh SerampanganMegawati dalam awal pidatonya sudah mengucap salam sebagaimana layaknya seorang muslim, dan mengucapkan salam lainnya sebelum menyapa para tamu undangan...

Megawati dalam awal pidatonya sudah mengucap salam sebagaimana layaknya seorang muslim, dan mengucapkan salam lainnya sebelum menyapa para tamu undangan VVIP. Sayangnya, dalam beberapa transkrip dari media mainstream tidak ditulis bahwa Megawati telah mengawalinya dengan salam.

…..


Apa yang terjadi di penghujung tahun 2015, harus dimaknai sebagai cambuk yang mengingatkan kita terhadap pentingnya Pancasila sebagai “pendeteksi sekaligus tameng proteksi” terhadap tendensi hidupnya “ideologi tertutup”, yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Ideologi tertutup tersebut bersifat dogmatis…….

Syarat mutlak hidupnya ideologi tertutup adalah lahirnya aturan-aturan hingga dilarangnya pemikiran kritis. Mereka menghendaki keseragaman dalam berpikir dan bertindak, dengan memaksakan kehendaknya. Oleh karenanya, pemahaman terhadap agama dan keyakinan sebagai bentuk kesosialan pun dihancurkan, bahkan dimusnahkan. Selain itu, demokrasi dan keberagaman dalam ideologi tertutup tidak ditolelir karena kepatuhan total masyarakat menjadi tujuan. Tidak hanya itu, mereka benar-benar anti kebhinekaaan. Itulah yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini. Disisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa “self fulfilling prophecy”, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya.

Penggalan kalimat “Para peramal masa depan….. inilah yang dianggap seolah-olah Megawati menistakan pengimanan umat terhadap takdir Allah. Nah ini yang nggak paham siapa sebenarnya. Lha ini sebenarnya Megawati mengkritisi orang-orang yang sok tahu tentang masa depan bahkan setelah dunia fana. Bukannya menistakan pengimanan terhadap takdir.

Laman: 1 2

Continue Reading
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement