Sayapun Takut Kalau Kehilangan Pekerjaan | Jejaring
Warung Mbahwo

Sayapun Takut Kalau Kehilangan Pekerjaan

Menyambung hasil perenungan saya setelah baca SMS Fuad, bukan hanya Fuad yang takut kehilangan pekerjaan. Sayapun demikian, dengan kondisi fisik saya yang sudah mulai kedodoran ini, apalagi dengan umur yang sudah nyaris kepala lima ini, sangat nggak mungkin dapat mencari pekerjaan lain di tempat lain.

Sehebat apapun kemampuan kita, ketika terjebak pada keterbatasan fisik seperti saya ini, ya nyaris mustahil saya dapat mencari pekerjaan yang lain. Satu-satunya cara ya cuma berdo’a dan mengandalkan apa yang tersisa untuk kami manfaatkan agar dapat bertahan.

Semua pasti takut dengan kondisi seperti ini, kecuali mereka yang sudah punya simpanan tabungan yang bejibun, punya usaha sampingan yang sangat dapat diandalkan, punya jaminan hari tua yang bagus dan punya bargaining power yang sangat besar.

Sayapun sebenarnya mengalami ketakutan yang sama besar. Namun ketika saya terjebak pada pertarungan antara nurani, mimpi, komitmen dan ketakutan tersebut, saya harus meilih untuk memelihara salah satunya mana yang harus diutamakan dan didahulukan.

Oleh sebab itu, karena ketakutan tersebut, saya dan keluarga sedang berfikir untuk buka warung kecil-kecilan. Minimal dapat kami gunakan sebagai sekoci kecil untuk sekedar secara darurat menyelamatkan diri agar tidak tenggelam total secara keseluruhan.

Kita tidak boleh melawan ataupun melakukan pembangkangan. Pada kondisi seperti ini, pilihan terbaiknya adalah sami’na wa atho’na sepenuhnya, namun juga harus tetap berupaya keras membuat sekoci-sekoci kecil. Minimal, kita harus berupaya keras untuk memiliki pelampung-pelampung kecil.

Apakah sekoci dan pelampung tersebut sudah saya miliki? Terus terang belum, dan masih sedang saya upayakan. Memang tidak dapat secepatnya, karena ada begitu banyak keterbatasan pada diri saya sekeluarga. Apapun juga, kami harus tetap berusaha dengan segala keterbatasannya, karena hanya inilah mungkin satu-satunya jalan bagi kami untuk bertahan hidup.

Kalau kami dapat bertahan hidup dalam jangka pendek ataupun menengah ini, maka insya’allah jalan keluar lainnya dapat kami pikirkan kemudian. Super hemat adalah salah satu pilihan kami. Setelah mengurangi berbagai kenikmatan yang kemungkinan menimbulkan biaya tinggi, Sayapun juga memangkas semua anggaran, bahkan termasuk anggaran kesehatan saya. Yang penting, saya tidak boleh tumbang terlalu awal karena penyakit ini. Jika saya tumbang terlalu awal, maka seluruh keluarga saya sangat sulit untuk bertahan.

Sayapun takut luar biasa Fu. Saya bukannya orang yang tidak mengenal rasa takut sama sekali. Saya juga saat ini harus mengelola dengan baik antara rasa takut, upaya dan pasrah dengan baik. Namun, saya tidak akan memilih untuk oportunis dan mengorbankan lainnya demi menyelamatkan diri kami sekeluarga.

 

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

 
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top