Resmi Jadi Tersangka, Rizieq Akan Lakukan Pra Peradilan

Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat atas kasus penodaan terhadap lambang negara pada Senin (30/1), imam Besar Front
….Read More

Fakta & Peristiwa

Resmi Jadi Tersangka, Rizieq Akan Lakukan Pra Peradilan

Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat atas kasus penodaan terhadap lambang negara pada Senin (30/1), imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab melakukan perlawanan.

Kapitra Ampera selaku pengacara Habib Rizieq mengatakan, kliennya akan mengajukan praperadilan. Sebab dia merasa penetapan tersangka kliennya meragukan. “Kalau saya sih pengen praperadilan,” kata Kapitra Ampera.


Alasan diajukannya praperadilan, karena Kapitra ingin tahu unsur yang membuat polisi menetapkan Rizieq tersangka. Karena ucapan yang dinilai menistakan merupakan kebebasan berpendapat setiap warga negara. “Saya ingin tahu unsur Pak Rizieq jadi tersangka itu apa. Unsur menistakan itu seperti apa. Bagaimana mereka mempersepsikannya,” lanjut Kapitra Ampera.

More:   Tillerson, Opsi Militer Hanyalah Satu-satunya Jalan Jika Diplomasi Dengan Korut Gagal

Untuk itu, dia bakal berkoordinasi dengan Rizieq perihal praperadilan. “Belum komunikasi. Nanti kita akan komunikasikan. Saya ingin praperadilan,” tegas Kapitra Ampera.

More:   Diplomasi Marathon Menlu Retno Berhasil Buka Akses Kemanusiaan Ke Rakhine & Bangladesh

Sebagaimana diketahui, Polda Jawa Barat resmi menetapkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus penghinaan Pancasila. Pihak kepolisian mengaku telah mengantungi keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang menguatkan sangkaan terhadap Rizieq

More:   Dua Kapal Selam Rusia Menembakkan 7 Rudal Kalibr Ke Target ISIS di Suriah

“Penyidik meningkatkan status RS dari saksi terlapor menjadi tersangka berdasarkan gelar perkara sejak pagi tadi,” kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus.

Sumber: jawapos.com

Copyright © Jejaring

 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER MINGGU INI

To Top