Mengambil Keputusan Resign Itu Tidaklah Mudah | Jejaring
Warung Mbahwo

Mengambil Keputusan Resign Itu Tidaklah Mudah

5 stars 133 Votes Resign, adalah salah satu kata yang mudah diucapkan, namun tidaklah mudah untuk dilakukan. Banyak sekali pertimbangan ketika kita mau menyatakan...

Resign, adalah salah satu kata yang mudah diucapkan, namun tidaklah mudah untuk dilakukan. Banyak sekali pertimbangan ketika kita mau menyatakan resign dari organisasi yang telah lama kita tempati.

Pada masa-masa seperti ini, mencari pekerjaan tidaklah semudah yang dibayangkan. Jangankan pekerjaan yang halal, yang haram pun juga sangat tidak mudah kok.  Begitulah anekdot yang sering kita dengar.

Sayapun mengalami ketidak mudahan pengambilan keputusan ini. Bayangkan, pekerjan selanjutnya sangat tidak jelas mau kemana, warung pun belum jalan, dan boro-boro tabungan. Makanya saya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu selama tiga-enam bulan ke depan.

Belum lagi, saya harus mulai dari nol kembali, dan harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang benar-benar baru. Itu pasti tidaklah mudah. Sementara itu, juga harus rela tidak mendapatkan pendapatan berupa gaji paling tidak untuk sebulan berikutnya karena jelas ketika masuk menjadi pegawai baru pada institusi yang baru, jelas pasti gaji baru diterima bulan berikutnya.

Saya benar-benar salut pada mereka yang berani resign seketika dan membuka lembaran baru menjadi pengusaha-pengusaha baru yang dimulai dari usaha-usaha kecil. Mereka adalah anak-anak muda yang luar biasa, pemberani dan mampu meretas segala keterbatasan mereka dan mengatasi ketakutan kehilangan status quo. Mereka benar-benar hebat mau melepaskan zona aman, dan membuka lembaran baru yang jauh lebih menantang dan jauh lebih beresiko.

Saya mungkin termasuk ke dalam segolongan pengecut dan terlalu gamang untuk melepas kondisi nyaman yang pernah saya dapatkan. Namun, saya tidak mau terjebak dengan kepengecutan dan kegamangan itu terlalu lama.

Saya harus sadar bahwa saya masih memiliki sisa-sisa potensi yang masih dapat dimanfaatkan untuk masa depan kami sekeluarga. Terseok-seok pada awalnya itu pasti, namun saya masih memiliki adanya harapan baru pada sisa umur saya untuk melakukan yang terbaik bagi keluarga, ketimbang tidak berpengharapan sama sekali.

Gelar Doktor saya masih dapat saya gunakan untuk melamar pekerjaan di institusi lain, walaupun itu tidaklah mudah. Sisa aset masih dapat saya gunakan untuk modal usaha kecil yang baru, untuk mencoba menapak masa depan baru yang mungkin dapat dijadikan salah satu sekoci kecil untuk mengarungi keganasan lautan kehidupan.

Yang penting, tidak benar-benar seratus persen tenggelam dan tidak benar-benar putus harapan. Insyaallah, dengan mengucap Bismillah, saya akan memberanikan diri untuk membuat keputusan sangat beresiko ini.

Saat ini, yang sedang kami pupuk kembali bersama keluarga adalah keberanian, realistis, kebersamaan untuk mengatasi semua masalah secara berjama’ah. Sembari memupuk keyakinan dan kepercayaan diri, maka kami harus berani memandang dengan tegak dan tengadah segala badai kehidupan yang harus dilalui. Que sera sera (whatever will be will be).

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top