Connect with us
Larangan Imigrasi Trump Membuat Perusahaan Teknologi KelimpunganPembatasan Presiden Trump pada imigrasi dari negara-negara mayoritas Muslim mempengaruhi banyak perusahaan teknologi seperti Google. Apple, Microsoft, Uber dan lain-lain...
mm

Published

on

Pembatasan Presiden Trump pada imigrasi dari negara-negara mayoritas Muslim mempengaruhi banyak perusahaan teknologi seperti Google. Apple, Microsoft, Uber dan lain-lain untuk bergegas mengakomodasi karyawan muslim mereka yang tiba-tiba menemukan diri mereka terisolasi di bandara oleh larangan baru Trump. Apel, misalnya, berusaha agar staf mereka yang memberikan dukungan dan “menjangkau” ke Gedung Putih untuk membahas “efek negatif” dari larangan tersebut. Microsoft, sementara itu, segera menawarkan “nasihat hukum dan bantuan” kepada pekerja muslim mereka. Uber, sementara itu, membahas solusi yang sangat spesifik tentang dampak larangan Trump tersebut.

Dalam posting Facebook, CEO Uber, Travis Kalanick menyatakan bahwa perusahaannya akan mengidentifikasi para pekerja muslimnya yang terdampak larangan Trump dan berencana memberikan “kompensasi” kepada perkerja muslimnya yang terdampak selama tiga bulan ke depan.


Di atas pertimbangan praktis, perusahaan teknologi juga menyuarakan oposisi moral yang terpadu untuk larangan imigrasi pemerintahan Trump. CEO Apple Tim Cook mengingatkan staf bahwa “keragaman membuat kita lebih kuat,” dan bahwa perusahaan tidak akan ada tanpa imigrasi – Steve Jobs adalah anak dari seorang imigran Suriah.

CEO Netflix Reed Hastings, sementara itu, mengutuk pembatasan baik sebagai ” sangat idak menggambarkan filosofi Amerika” dan menganggap larangan tersebut cenderung meningkatkan ancaman terhadap Amerika dengan meningkatkan kebencian. CEO Twitter, Jack Dorsey mengatakan bahwa efek langsung larangan Trump terhadap manusia dan keuangan masuk dalam kategori yang “nyata dan menjengkelkan.”

Mozilla juga berargumen bahwa larangan tersebut menciptakan “penghalang untuk inovasi” dan menyakiti orang-orang yang mungkin menghadapi “penganiayaan, teror dan perang.” Apa pun yang terjadi, dunia teknologi tidak akan diam tentang masalah ini dalam waktu dekat.

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.