Kita Hanya Dapat Berekspektasi, Sisanya Bukan Urusan Kita Lagi

Sebagai makhluk yang bernama manusia, kita memang diperbolehkan berekspektasi dan memang begitulah yang menjadi kodrat kita. Dengan ekspektasi, maka kita berusaha
….Read More

Inspirasi

Kita Hanya Dapat Berekspektasi, Sisanya Bukan Urusan Kita Lagi

Sebagai makhluk yang bernama manusia, kita memang diperbolehkan berekspektasi dan memang begitulah yang menjadi kodrat kita. Dengan ekspektasi, maka kita berusaha mengukur kira-kira langkah logis kita mengenai capaian harapan kita di masa depan.

Namanya saja makhluk, ya sedahsyat-dahsyatnya kemampuan metodologi ekspektasi kita ya ada batasannya. kita harus sadar sepenuhnya bahwa apapun metodologi untuk mencapai ekspektasi kita dimasa depan sangat tergantung pada variabel-variabel yang seringkali tidak mungkin dapat kita kendalikan sepenuhnya.

More:   Perempuan Komandan Tertinggi SDF, Dalam Penyerangan ISIS di Raqqa

Kalau hubungannya dengan urusan berbagai variabel yang tidak mungkin kita kendalikan, ya biarlah Sang Maha Pengendali dan Maha Penentu yang mengambil alih pengawalan ekspektasi kita. Pada tataran urusan dalam maslah ini, kita sebagai manusia hanya dapat memohon pada ridho Nya.

Ekspektasi yang kita buat, akan memacu kita untuk selalu berfikir dan berusaha sekeras mungkin agar ekspektasi tersebut benar-benar dapat kita raih. Namun, tanpa ridho Nya, semuanya dijamin menjadi mustahil.

More:   Perempuan Komandan Tertinggi SDF, Dalam Penyerangan ISIS di Raqqa

Kenapa saya menggunakan kata ekspektasi ketimbang angan ataupun impian. Sekilas nampak sama, namun secara filosofis berbeda jauh.

Pendekatannya sangat berbeda jauh. Ekspektasi adalah dugaan masa depan yang menggunakan data masa lalu yang lebih dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis, sementara impian dan angan semata kadang tidak disertai dan didasari dengan konsep metodologis untuk mencapai harapan tersebut.

More:   Perempuan Komandan Tertinggi SDF, Dalam Penyerangan ISIS di Raqqa

Nah, sebagai makhluk yang di karuniai akal sehat, saya lebih suka menggunakan pendekatan ekspektasi ketimbang impian atau angan semata. jadi, gunakanlah ekspektasi, dan sisanya serahkan pada Sang Maha Penentu semua hasil akhir.

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER BULAN INI

To Top