Ketika Para Sahabat Menjauh Pelan-Pelan | Jejaring
Fiksi & Diary

Ketika Para Sahabat Menjauh Pelan-Pelan

5 stars 135 Votes Ketika tiba-tiba para sahabat menjauh pelan-pelan, berarti sedang ada masalah dengan diri kita. Sahabat-sahabat yang dulu begitu dekat dan nyaris...

Ketika tiba-tiba para sahabat menjauh pelan-pelan, berarti sedang ada masalah dengan diri kita. Sahabat-sahabat yang dulu begitu dekat dan nyaris setiap waktu berusaha menjaga silaturahmi dengan kita, dapat saja tiba-tiba menjauh terhadap kita. Banyak sekali penyebabnya, dan salah satu yang utama mungkin berasal dari diri kita sendiri.

Masalah utama tersebut diantaranya adalah memang pada dasarnya kita sudah tidak cukup layak untuk disebut sahabat oleh mereka. Ukuran kelayakan dapat menggunakan bebrbagai parameter yang menurut mereka adalah yang paling representatif dalam sudut pandang mereka.

More:   Sekarang Saya Cuma Mbahwo Tanpa Embel-Embel Apapun

Terlepas apakah kita pernah berhubungan baik ataupun mungkin saja dianggap memiliki kontribusi positif oleh mereka, ukuran dapat diciptakan tiba-tiba dalam saat-saat kita terdesak tiba-tiba. Banyak parameter yang dapat mereka ciptakan.

Misalnya saja, kita mungkin dianggap sebagai bagian dari trouble maker yang membahayakan posisi politis mereka. Pada kondisi ini, kita harus sadar bahwa sejak saat itu, sebenarnya memang kita masih belum pantas untuk bersahabat dengan mereka. Kita harus sadar diri, dan jangan pernah lagi mengganggu mereka.

More:   Bahagianya Dikunjungi Teman-Teman Alumni SMP 2 Rembang Angkatan 83

Contah lainnya, ketika kita tiba-tiba terdesak hebat dalam masalah keuangan. Ketika tiba-tiba sahabat kita menjauh, maka memang parameter dari persahabatan mereka adalah uang. Ya, kita harus tahu diri bahwa pada kondisi seperti ini, kita memang sudah tidak layak untuk merasa harus bersahabat dengan mereka. Intinya, berusaha dulu untuk menjadi kaya raya, baru dekati mereka kembai. Jikalau merasa nggak bisa, ya nggak usah berharap banyak untuk dapat kembali bersahabat dengan mereka.

Terus, bagaimana saya sendiri harus bersikap ketika menghadapi masalah seperti ini. Saya lebih memilih untuk menghindari mereka, dan tidak akan pernah lagi sok dekat dengan mereka.

More:   Makasih Sekali, Pak Sugeng Atas Empati & Pertolongan Njenengan

Intinya lupakan saja dan terus melangkah dan tatap ke depan dengan segala hamparan resiko yang mungkin akan menghabisi kita. Jangan pernah lagi menengok ke belakang, apalagi mengharap dan meminta belas kasih pada para sahabat yang telah tiba-tiba menjauh dari kita.

A real friend is one who walks in when the rest of the world walks out (Walter Winchell).

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top