Kesehatan Saya Harus Lebih Stabil? Sementara Lupakan Dulu Saja | Jejaring
Warung Mbahwo

Kesehatan Saya Harus Lebih Stabil? Sementara Lupakan Dulu Saja

5 stars 142 Votes Kami sekeluarga sepakat dan memutuskan bahwa kesehatan saya harus stabil terlebih dahulu. Jikalau hal ini terganggu, maka semua rencana kami...

Kami sekeluarga sepakat dan memutuskan bahwa kesehatan saya harus stabil terlebih dahulu. Jikalau hal ini terganggu, maka semua rencana kami untuk membangun warung kecil-kecilan juga akan sangat terganggu.

Pada kondisi ini, jika ada gangguan terhadap kesehatan saya, maka nyaris semua rencana kami untuk bertahan hidup seolah-olah terguncang lumayan mengganggu. Jelas, setidaknya harus ada pengeluaran ekstra untuk mengobati penyakit saya. Itu jelas sangat berdampak negatif bagi cash flow kami saat ini yang sedang mulai agak sekarat.

Belum lagi, konsentrasi istri dan Mytha akan terpecah sebagian untuk mengawasi dan mengantar saya kesana kemari. Solusi paling rasional dan paling optimal bagi kami menurut istri dan anak-anak adalah kesehatan saya harus stabil, apapun caranya.

Kalau saya sendiri, sebenarnya nggak terlalu ngeh dengan kesehatan saya. Bahkan dalam beberapa sisi saya anggap merupakan bentuk pemborosan, karena sekali periksa sampai nebus obat minimal 2.5 juta rupiah.

Kalau sebulan sekali, maka setahun sudah 30 juta rupiah. Seandainya umur ekonomis efektif saya 3-5 tahun kedepan, maka akan ada pemborosan minimal sebesar 90 – 150 juta rupiah hanya untuk urusan periksa rutin kesehatan saya.

Dana tersebut, jika kami gunakan untuk membuat dan mengelola warung kecil kami, akan jauh lebih bermanfaat dan kedepannya Insyaallah akan berkembang lebih baik lagi. Toh paling hanya untuk memperpanjang 3-5 tahun saja, mengapa harus buang-buang duit sebegitu banyak.

Saya secara pribadi sebenarnya cukup keberatan. Namun, karena secara aklamasi keputusannya seperti itu dalam keluarga kami, saya ya harus ikut sepakat. Namun dengan catatan, jikalau sekiranya dana yang terserap sudah tidak memungkinkan dan mengganggu cashflow keluarga, maka saya minta segera untuk dihentikan.

Saya tidak ingin dengan alasan kestabilan kesehatan saya, harus mengorbankan cash flow keluarga. Banyak cara untuk menjaga kesehatan saya, dan itu tidak harus mahal. Toh selama ini dengan param kocok, minyak kampak dan salonpas sudah mampu meredam semua rasa sakit ini.

Beri saja saya kesempatan untuk menata segala yang perlu saya persiapkan untuk keluarga kedepannya. Beri saya kesempatan untuk memfokuskan sisa-sisa kemampuan saya untuk membangun bisnis kecil-kecilan keluarga. Itu lebih penting ketimbang memperpanjang rasa sakit yang ujung-ujungnya justru akan menghambur-hamburkan cash flow keluarga.

Nanti, jika bisnis kecil-kecilan kita mulai jalan, baru berfikir mengenai solusi untuk kesehatan saya. Jangan menghamburkan cash flow dalam jangka pendek ini. Menurut saya, untuk sementara lupakan dulu. Toh saya yakin masih bisa bertahan tanpa harus terjadi pemborosan cash flow setidaknya sampai dengan tahun ke tiga kedepan.

Yakinlah, saya sudah pernah melewati masa-masa yang jauh lebih sulit ketimbang sekarang ini. Ingat, salah satu kejadian, ketika gula darah saya nyaris 700, saya masih bisa bertahan dan selamat sampai dengan sekarang.

Percayalah, saya bukan tipe manusia yang mudah ditumbangkan oleh penyakit. Saya masih yakin ada penyelesaian yang baik ketika kita mampu memaknai hikmah sebenarnya dari semua kondisi ini.

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top