Connect with us

Published

on

Desa Pucung tepatnya berlokasi di Dusun Karangasem, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keberadaan kampung pengrajin wayang ini tidak dapat dipisahkan dengan nama Mbah Atmo Karyo atau biasa disebut mbah Glemboh. Beliau adalah seorang lurah atau kepala desa di desa Pucung sebelum berubah nama menjadi Karangasem tersebut pada tahun 1917.

Lurah pada jaman itu harus mendapat pelatihan dari Panewon atau setingkat kecamatan pada saat ini sedangkan panewon dibina langsung oleh Keraton dalam hal ini oleh Sultan sendiri. Dengan demikian secara tidak langsung Mbah Glemboh menjadi Abdi dalem keraton dan mempunyai kedekatan dengan Sultan yang saat itu berkuasa yakni Sultan Hamengku Buwono VII.


Dari kedekatan inilah mbah Glemboh mendapat tugas untuk merawat wayang milik keraton. Karena kebiasaannya dengan wayang tersebut mbah Glemboh mulai tertarik untuk membuat wayang sendiri. Ia belajar menatah wayang yang dibantu oleh tentangga sebanyak 4 orang yakni mbah Reso Mbulu, Mbah Cermo, Mbah karyo, dan mbah Sumo.

Pada awalnya mbah Glemboh tidak ada niatan mengkomersilkan hasil karyanya tersebut. Niat hati hanya ingin memperlihatkan karyanya kepada Sultan di Keraton namun masa itu di perjalanan di hentikan oleh Belanda yang melihat hasil karya mbah Glemboh tersebut tertarik untuk memilikinya. Maka semua wayang yang dibawa mbah Glemboh yang semula akan diperlihatkan kepada Sultan dibeli semua oleh Belanda. Bahkan tidak hanya Belanda yang tertarik dengan hasil karya tersebut namun ada seorang pengusaha batik yang membelinya juga serta memajang di toko batiknya.

Sumber: Dinas Perindustrian & Perdagangan DIY, panduanwisata.id

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.