Connect with us

Inspirasi

Inspirasi Dari Waroeng Steak

Published

on

Inspirasi Dari Waroeng SteakKarena keinginan kuat untuk berbisnis, Jody Broto Suseno pun menjual sepeda motor pemberian orang tuanya sebagai modal awal usaha. Ia...

Karena keinginan kuat untuk berbisnis, Jody Broto Suseno pun menjual sepeda motor pemberian orang tuanya sebagai modal awal usaha. Ia menyewa tempat untuk menjual steak racikanya di Demangan, Jogja. Sisa uang Jody belikan perlengkapan usaha dan motor butut untuk wara wiri. 4 September 2000 seakan menjadi titik balik hidup seorang Jody dengan membuka usaha yang ia beri nama “waroeng” agar kesan murah dan terjangkau timbul.

Strategi awal Jody Broto Suseno  ialah membangun branding usaha dengan menyasar kawula muda dan mahasiswa yang tidak begitu banyak duit. Pemilihan poster dan logo waroeng juga dibuat ngejreng alias menyala dengan dominan warna kuning dan hitam. Tiga menu utama yaitu Tenderloin, Sirloin , Chicken Steak diluncurkan ke pasar namun hari hari pertama sepi. Jiwanya lebih tertantang untuk mencari solusi bagaimana melejitkan steaknya. Bersama dua karyawan dan istrinya sebagai kasir, Jody mulai menata dan merangkai usaha dengan ketekunan luar biasa.


Jody Broto Suseno memiliki kiat bahwa memelihara bisnis itu seperti memelihara tanaman. Disirami sedikit-sedikit agar tunas bertumbuh sampai dengan menjadi pohon lebat, dan berkembang biak dengan baik.

Ide datang agar ia memasang daftar harga steak membuahkan hasil. Pandangan awam jika harga steak menguras rekening terpatahkan dan para mahasiswa berani hadir mencicipi steak. Tahun kedua Jody mulai stabil usahanya dan mampu membuka gerai cabang di berbagai titik di Jogja. Kini, setelah lebih dari satu dasawarsa, Jody sudah membuka cabang lebih dari lima puluh gerai yang tidak hanya di Jogja melainkan luar kota. Inilah buah dari ketekunan dan keuletan Jody bersama istri dan timnya.

Sumber: Waroeng Steak Official

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement