Din Syamsuddin – Kasus Ahok Intoleransi, Malah Menuduh Sebaliknya | Jejaring
Fakta & Peristiwa

Din Syamsuddin – Kasus Ahok Intoleransi, Malah Menuduh Sebaliknya

5 stars 144 Votes Ketua Wantim MUI, Din Syamsuddin mengaku heran dengan sikap sebagian masyarakat. Pasalnya, justru Din Syamsuddin melihat kasus Ahok sebagai intoleransi, tapi malah...

Ketua Wantim MUI, Din Syamsuddin mengaku heran dengan sikap sebagian masyarakat. Pasalnya, justru Din Syamsuddin melihat kasus Ahok sebagai intoleransi, tapi malah khalayak menuduh sebaliknya.

“Kita sering tidak memandang kasus di Pulau Seribu itu sebagai bentuk intoleransi,” kata Din Syamsuddin usai rapat pleno Wantim MUI.

More:   Israel Kembali Membombardir Bandara Internasional Damaskus

Din Syamsuddin melihat, tuduhan intoleransi justru banyak dilayangkan kepada umat Islam yang menuntut keadilan, atas penistaan agama yang telah dilakukan Ahok tersebut. Padahal, Din Syamsuddin merasa, orang-orang yang bereaksi terhadap kasus itu sesungguhnya sedang berusaha menegaskan NKRI, tapi malah dituduh sebaliknya.

Din Syamsuddin berpendapat, umat Islam saat ini dituduh menjadi pihak yang seolah-olah mendengungkan kekerasan, tanpa diberi kesempatan untuk menuntut keadilan. Sedangkan, mereka yang telah melakukan kekerasan verbal, termasuk media, pemodal dan aparatur negara yang membelanya tidak pernah dilabeli intoleransi.

More:   AS Tetap Akan Mempersenjatai Milisi Kurdi, Turki Memprotesnya Dengan Keras

“Tuduhan semacam itu sangat menyakitkan hati,” ujar Din Syamsuddin.

More:   Hamdan Zoelva - Pemerintah Sebaiknya Membina HTI Terlebih Dahulu

Din Syamsuddin mengingatkan, umat Islam lah yang selama ini telah menjaga Bhineka Tunggal Ika, sehingga sangat tidak tepat menuduhkan anti kebhinekaan kepada umat Islam. Terlebih, belakangan semakin ramai tuduhan tidak NKRI kepada umat Islam, sedangkan umat Islam sendiri yang melahirkan NKRI.

Sumber: Republka.co.id

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top