Demokrasi Mulai Dibajak Kelompok Intoleran | Jejaring
5 stars 189 Votes Situasi politik di penghujung 2016 sungguh mencemaskan. Intoleransi, radikalisme, terorisme, dan kehendak mengganti ideologi negara dengan ideologi lain benar-benar mengancam...
>Demokrasi Mulai Dibajak Kelompok IntoleranSituasi politik di penghujung 2016 sungguh mencemaskan. Intoleransi, radikalisme, terorisme, dan kehendak mengganti ideologi negara dengan ideologi lain benar-benar mengancam...thumbnail text
Fakta & Peristiwa

Demokrasi Mulai Dibajak Kelompok Intoleran

Situasi politik di penghujung 2016 sungguh mencemaskan. Intoleransi, radikalisme, terorisme, dan kehendak mengganti ideologi negara dengan ideologi lain benar-benar mengancam masa depan demokrasi kita. Konsolidasi demokrasi jadi seperti macet.

Lembaga-lembaga negara yang tidak memainkan peran mereka secara optimal menjadi pangkal penyebabnya. Birokrasi yang korup di lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif menjadi salah satu penyebab tidak berfungsinya lembaga-lembaga tersebut dalam melayani kepentingan publik.

More:   Raja Salman Menjamu Dan Berdiskusi Dengan 28 Tokoh Lintas Agama

Ujung-ujungnya, sistem demokrasi presidensial yang kita bangun belum sepenuhnya berjalan. Kita baru tergolong sebagai negara kuasi presidensial.

More:   Yogyakarta Pun Menolak Pawai HTI Pada Hari Minggu

Sayangnya, ormas Islam moderat seolah mulai melempem dan kehilangan pengaruh. Bahayanya, kelompok-kelompok intoleran seolah mengambil alih peran-peran tersebut.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia juga belum optimal. Ini dapat digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk mengganti ideologi demokratis dengan ideologi yang mereka inginkan.

More:   Aneh Saksi-Saksi Pelapor Kasus Ahok, Tiba-Tiba Pada Balik Kucing

Untung, Polisi mulai berani menindak kelompok-kelompok intoleran. Penegakan hukum mulai berani berjalan dengan baik.

Sumber; metronews

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top