Connect with us

Analisis

Cuitan SBY Diarahkan Ke Siapa dan Untuk Apa?

Published

on

SBY kembali mengungkapkan kegalauan hatinya melalui akun Twitternya sebagai berikut.

Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar “hoax” berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*.


Bahasanya terkesan bersayap. Sangat mungkin yang dimaksud SBY sebenarnya adalah para penyebar hoax sedang berkuasa dan merajalela. Kalau alasannya karena atas dasar keprihatinan bahwa hoax telah merajalela, ya SBY tidak salah dan perlu kita dukung.

Arahnya juga sangat mungkin ke Presiden Jokowi, karena adalah pihak yang sekarang berkuasa atau minimal ke pendukung atau partai-partai pendukung Jokowi. Kalau yang terakhir yang menjadi alasan SBY menebar cuitan, maka secara tidak langsung SBY telah menuduh Pemerintahan Presiden Jokowi penyebar Hoax. Kalau ini yang dimaksudkan, saya benar-benar prihatin.

Nampaknya, SBY mungkin juga sedang ingin menjaga citranya sebagai pihak yang selalu dizalimi. Ini adalah salah satu strategi andalan SBY ketika mengalahkan Megawati pada Pilpres. Strategi yang sangat ampuh saat itu, dan terbukti mampu mengantarnya berkuasa dua periode.

Entah apa maksud sebenarnya SBY dari dibalik bakwan ini. Apakah SBY sedang dizalimi oleh para penebar hoax? atau apakah SBY merasa sedang dizalimi oleh penguasa saat ini? Atau, jangan-jangan SBY ingin kembali bernostalgia ketika merasa dizalimi oleh Megawati yang saat itu menjadi penguasa sebelum dirinya berhasi menjadi RI satu.

Atau, jangan-jangan SBY sedang dalam keadaan prihatin karena AHY sang putra mahkota harus menghadapi badai pertempuran untuk menjadi orang nomer satu di DKI. Atau, jangan-jangan ini merupakan salah satu strategi politik SBY untuk menangguk simpati publik Jakarta agar memilih cagub-cawagub nomer urut satu? Wallahu’alam.

Sumber Gambar: Tempo.co

Continue Reading
Advertisement
Comments