Connect with us

Opini

Waspada dengan ancaman perang proksi

Diunggah:

on

Minggu lalu Menwa UTY mengadakan seminar nasional bertajuk “Menanamkan nilai-nilai Pancasila dan semangat bela negera dan mneghadapi ancaman proxy war”. Satu tema yang lagi hangat menjadi pembicaraan seluruh elemen bangsa Indonesia. Seminar kali ini dipandu Masjoen selaku moderator dengan menghadirkan pembicara Danrem 072 Pamungkas Yogyakarta, yang diwakili oleh Kasi Personalia Korem 072 Pamungkas Letkol Drs. Subandi dan Ketua Pusat Studi Pancasila UGM Dr. Heri Santosa. Dihadapan para peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa, para pembicara berapi-api menyampaikan paparannya.

Dr. Heri Santosa mengungkapkan bahwa hal yang perlu diwaspadai saat ini adalah adanya perang proksi (proxy war) yang bisa meruntuhkan NKRI. Perang proksi terjadi ketika lawan kekuatan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti berkelahi satu sama lain secara langsung. Proksi yang digunakan ini diharapkan dapat menyerang lawan tanpa harus perang skala penuh. Kondisi ini membahayakan karena dalam perang proksi perlu kejelian siapa lawan yang sebenarnya. Jika kita amati banyak proksi yang digunakan untuk menghamtam bangsa ini, seperti narkoba (seperti perang candu), terorisme, dan bahkan sampai dengan korupsi. Bangsa ini bisa dilemahkan dengan berbagai hal yang berpotensi menyengsarakan bangsa ini.


Letkol Subandi menyampaikan materi yang sangat menarik tentang strategi bela negara Indonesia mengutip dari Strategi yang disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Indonesia memiliki ribuan pulau, daratan dan lautan yang sangat luas dan kaya, serta bumi yang sangat subur. Tentu menjadi hal tersebut merupakan aset berharga bagi kemakmuran bangsa. Di sisi lain kondisi ekternal menunjukkan bahwa penduduk dunia semakin padat mencapai 7,4 milyar, dan tidak sedikit dari penduduk belahan dunia ini dilanda krisis kesejateraan dan keamanan, serta krisis energi. Tidak sedikit konflik yang terjadi diberbagai negara karena masalah energi. Hal ini patut diwaspadai bagi bangsa ini karena sangat dimungkinkan faktor ekternal bisa mengancam bangsa ini. Selain faktor eksternal, faktor internal bangsa ini juga bisa menjadi ancaman disintegrasi bangsa. Demokrasi yang kebablasan juga bisa turut berkontribusi besar dalam ancaman tegaknya kesatuan NKRI.

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement

Featured Products