Roti Masala Yang Membuat Masalah | Jejaring
Fiksi & Diary

Roti Masala Yang Membuat Masalah

Waktu itu, kami bertiga Pak Hartadi, Pak Nasir dan saya. Sesampai di Changi, kami jalan-jalan sebentar, dan mencari makan siang karena perut sudah keroncongan, sembari mencari Mushola untuk menunaikan kewajiban.

Karena saya adalah orang yang paling tidak berpengalaman bisanya ya hanya manut. Pak Nasir yang kebetulan dianggap paling paham detail lokasi Changi beserta letak Mushola dan warung kulinernya, jadi penunjuk jalan.

More:   Makasih Sekali, Pak Sugeng Atas Empati & Pertolongan Njenengan

Akhirnya kami dapatkan warung penjual roti Masala yang jaraknya cukup dekat dengan Mushola. Saya pikir, nama masakannya berbau india muslim, pasti lumayan cocok dengan lidah saya.

More:   Akhir-Akhir Ini Saya Relatif Sangat Bahagia

Ternyata, rasane ra karu-karuan, kuecut dan hambar. Sudah begitu penjualnya ngaco banget, dan nyebeli.

Ciri khas warung di daerah sibuk, belum juga kami selesai menikmati hidangan nggak enak, sudah mau dikukuti meja kami. Sudah nggak enak, luarange pol, dan nyebeli lagi.

More:   Bahagianya Dikunjungi Teman-Teman Alumni SMP 2 Rembang Angkatan 83

Kami langsung bayar dan cabut untuk segera menuju Mushola terdekat. Sambil ngedumel dan gemremeng bertiga.

Sekarang, Pak Nasir setelah menjabat Menristek Dikti, kira-kira masih doyan dan bersedia mampir ke warung tersebut nggak ya?

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top