Connect with us

Peristiwa & Opini

Roti Masala Yang Membuat Masalah

mm

Published

on

Waktu itu, kami bertiga Pak Hartadi, Pak Nasir dan saya. Sesampai di Changi, kami jalan-jalan sebentar, dan mencari makan siang karena perut sudah keroncongan, sembari mencari Mushola untuk menunaikan kewajiban.

Karena saya adalah orang yang paling tidak berpengalaman bisanya ya hanya manut. Pak Nasir yang kebetulan dianggap paling paham detail lokasi Changi beserta letak Mushola dan warung kulinernya, jadi penunjuk jalan.


Akhirnya kami dapatkan warung penjual roti Masala yang jaraknya cukup dekat dengan Mushola. Saya pikir, nama masakannya berbau india muslim, pasti lumayan cocok dengan lidah saya.

Ternyata, rasane ra karu-karuan, kuecut dan hambar. Sudah begitu penjualnya ngaco banget, dan nyebeli.

Ciri khas warung di daerah sibuk, belum juga kami selesai menikmati hidangan nggak enak, sudah mau dikukuti meja kami. Sudah nggak enak, luarange pol, dan nyebeli lagi.

Kami langsung bayar dan cabut untuk segera menuju Mushola terdekat. Sambil ngedumel dan gemremeng bertiga.

Sekarang, Pak Nasir setelah menjabat Menristek Dikti, kira-kira masih doyan dan bersedia mampir ke warung tersebut nggak ya?

Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement