Diskusi Lucu Antara Saya Dengan Mahasiswa Militan | Jejaring
Fiksi & Diary

Diskusi Lucu Antara Saya Dengan Mahasiswa Militan

Beberapa hari yang lalu, saya berdiskusi dengan seorang pemuka masyarakat yang juga sedang menempuh studi lanjut di salah satu perguruan tinggi elit di kotaku. Kebetulan, mahasiswa tersebut adalah aktivis dan juga sering menjadi pembicara dalam berbagai forum keagamaan tertentu.

Sore itu, saya melatih kaki dengan jalan pelan-pelan ke depan perumahan yang saya tinggali. Kebetulan, disitu ada Mas… yang sedang berolahraga ringan.

“Assalamualaikum pripun kabare Pak? Semakin sehat tho?” sapa Mas….. (Beliau saya panggil Mas, karena dari segi umur, nampaknya jauh lebih muda ketimbang saya, namun tepatnya berapa saya nggak tahu. Casingnya pun tampak jauh lebih muda ketimbang saya).

“Waalaikumsalam, wr.wb. Alhamdulillah, atas doa Mas….., saya sekarang kondisinya membaik, sehingga sudah lumayan bisa jalan ke depan, sehingga bisa say hallo dengan Mas….., Sampeyan sehat juga tho,” saya menjawab.

More:   Harus Segera Putar Haluan Dan Berjuang Yang Terbaik Bagi Keluarga

“Pangestunipun, Alhamdulillah, saya sehat wal ‘afiat,” Jawab Mas……

“Ngomong-omong, gimana studinya? Lancar khan?” Tambah saya dalam memeriahkan basa-basi.

“Alhamdulillah juga, saya hampir selesai kuliahnya,” lanjut Mas…..

Setelah ngobrol ngalor-ngidul, Mas… kemudian masuk pada pembicaraan yang menurut saya agak sensitif. Beliau tiba-tiba mengkritisi aksi yang menurut Beliau ingin menandingi aksi Bela Islam 411.

“Begitulah perilaku kaum thogut dan antek tertentu yang mengatasnamakan kebhinekaan, pluralisme dan tetek-bengeknya. Itu merupakan aksi yang ingin menandingi aksi Bela Islam kita yang sangat di rodhoi oleh Allah Ta’ala…..” ujar Beliau setengah mem-pidato-i saya.

More:   Kedung Pedut: Nuansa Eksotik Yang Layak Anda Nikmati

Saya yo raiso njawab ngopo-opo dan plonga-plongo nggak karuwan. Koyo Kethek ditulup.

Saya karena agak risi, kemudian bertanya sederhana, “ngomong-omong studi lanjut Mas.. saat ini dimana njih.”

“Anu Pak, di jurusan bla…bla…, Universitas….., ” dengan nada bangga Beliau menyebutkan nama salah satu kampus studi lanjutnya.

Padahal, sebenarnya saya masih ingat bahwa Beliau studi lanjut di kampus tersebut. Saya nanya cuma iseng aja untuk mengalihkan pembicaraan dan menghilangkan rasa risih saya dengan topik pembicaraan tersebut.

“Tiba-tiba saya nyeletuk, bukannya kampus tersebut menggunakan lambang dan nama yang ke-hindu-hindu-an,…. yang nggak Islami sama sekali ya Mas… Nuwun sewu, sekalian saya mohon pamit karena sudah ditunggu istri di rumah karena sudah waktunya minum obat,” saya segera ngibrit pulang untuk minum obat ngelak, bukan obat seharusnya, agak ngapusi sedikit, karena obat baru harus saya minum sehabis makan malam.

More:   Indonesia Menghadapi Ancaman Dari Luar, Terus Bagaimana

Masalah Beliau nanti bingung dengan omongan saya terakhir ya biarlah. Masalah omongan saya barusan dintepretasi aneh-aneh ya sumonggo kerso. yang penting saya berniat dan berusaha mengingatkan beliau dengan cara-cara sehalus mungkin. Selain itu, saya hanya berusaha menghindari pembicaraan yang terlalu berat bagi otak tua saya yang sudah mulai tumpul.

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top