Bedanya Keinginan Kembali Ke UUD Asli Antara Nasionalis VS Ormas Agamis | Jejaring
Analisis & Opini

Bedanya Keinginan Kembali Ke UUD Asli Antara Nasionalis VS Ormas Agamis

Kalau ormas agamis tertentu jelas sangat menginginkan kembalinya “Piagam Jakarta” dalam pembukaan UUD 45. Kalau kaum Nasionalis seperti Kivlan Zein dkk, jelas ingin kembalinya Bunyi Pasal 6 ayat (1) UUD 1945 yang dihilangkan tersebut yang berbunyi  “Presiden ialah orang Indonesia asli”.

Beda banget penekanannya. “Piagam Jakarta” dihapus karena kebesaran hati para ulama perintis kemerdekaan untuk memfasilitasi kepentingan politik para non-muslim, sementara penghapusan Pasal 6 ayat (1) UUD 1945, karena diamandemen pada masa MPR dipimpin oleh Amien Rais dengan alasan entah mengapa.

More:   Mencoba Melihat Sisi Lain Dari Heboh Masalah Tulisan Afi Nihaya

Ormas Islam tertentu ingin menegakkan “Khilafah” atau minimal “NKRI Bersyariah”, sementara kaum Nasionalis lebih ingin melindungi kepentingan politis para pribumi Asli Indonesia.

More:   Mengkonyoli Khotbah Politik Konyol Amien Rais

Kedengarannya seolah sama dan seiring, namun pada dasarnya beda banget makna dan niatannya. kaum nasionalis ingin mengembalikan UUD 45 dan pancasila asli sebagaimana semasa pemerintahan Bung Karno, Sementara kelompok Agamis  tertentu ingin mengumandangkan dominasi mayoritas Islam di Indonesia.

Dalam pandangan saya, kaum Nasionalis lebih menekankan aspek patriotisme, sementara kelompok ormas Agamis tertentu, lebih menekankan dominasi muslim di Indonesia. Bahkan, dalam pandangan saya, ormas agamis tertentu tersebut, justru terasa mengkhianati kesepakatan dan kebijakan ulama perintis kemerdekaan kita.

More:   Jatuhnya Aleppo Adalah Kemunduran Kebijakan Intervensi AS

Nampaknya sama, namun jelas beda niat dan keinginannya. Lha terus siapa sebenarnya yang lebih pantas disebut sebagai pengkhianat negeri ataupun pelaku makar sebenarnya?

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top