Seandainya Pemimpin Demo 411 Bukan Habib Rizieq

Beberapa hari kemarin, saya ketemu teman lama yang langsung nodong kenapa saya nggak ikut demi 411. Dia ternyata ikut berangkat
….Read More

Fiksi & Diary

Seandainya Pemimpin Demo 411 Bukan Habib Rizieq

Beberapa hari kemarin, saya ketemu teman lama yang langsung nodong kenapa saya nggak ikut demi 411. Dia ternyata ikut berangkat ke Jakarta dan tahu bahwa saya tidak juga tergerak untuk ikut ke Jakarta.

Seandainya pemimpin demo 411 bukan Habib Rizieq dan atau Bahchtiar Nasir, saya mungkin ikut berangkat demo ke Jakarta. Seandainya pemimpin demonya Habib Luthfi, Habib Syech, Gus Mus, Cak Nun atau ulama-ulama tegas namun sejuk lainnya, saya mungkin mau ikut kalau diajak demo ke Jakarta kemarin.


Lha masalahe ini yang mimpin demo memiliki track record yang dalam pengamatan saya agak kurang mengenakkan hati saya. Kalau yang ngajak demo berbau radikal, anti pancasila, apalagi takfiri dan ingin menegakkan mengganti sistem pemerintahan dengan model Khilafah, ya saya jelas ogah banget.

More:   Fokus Saat Ini, Yang Penting Rumah Terjual Terlebih Dahulu

Apalagi ketika demonya berbau kepentingan politik jangka pendek dan ada tendensi untuk menjungkalkan presiden yang syah ya jelas saya gak bakalan ngikut. Saya ogah dibodohi untuk kepentingan politik golongan tertentu.

More:   Selepas Rumah Terjual, What Next

Disamping itu, kondisi kesehatan saya juga kurang baik. Sehabis kena serangan stroke, jantung, dan terakhir liver saya juga bermasalah, keseimbangan saya sangat terganggu. Boro-boro ikut long march, lha wong jalan sekitar 100 meter tanpa tumbang itu sungguh teramat sangat luar biasa kok.

Lha wong cuma berdiri sekitar setengah sampai  sejam photo bareng aja, langsung kemringet gemroboyos nyaris pingsan. Paginya langsung harus diservis ulang di JIH. Nanti kalau tiba-tiba ngglethak lak yo malah ngrepoti teman-temannya.

More:   Akhirnya Rumah Sepakat Benar-Benar Kami Jual

Apakah saya nggak ikut mangkel ketika agama kami dinistakan? Ya yo jelas ikut mangkel. Tapi saya ogah ikut terjebak dengan amarah.

Bagi saya, mangkel itu tidak harus membalasnya dengan amarah, sumpah serapah, dan hantam kromo kiri-kanan. Kalau dapat dirembug, kenapa harus pakai adu urat leher, teriak-teriak, ngompori sana-sini dan apa lagi pakai acara adu otot.

Copyright © Jejaring

Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER MINGGU INI

To Top