Revolusi Islam Akan Terjadi di Indonesia? | Jejaring
Analisis

Revolusi Islam Akan Terjadi di Indonesia?

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Brigjen Wuryanto mensinyalir adanya kelompok yang menginginkan terjadinya revolusi ala musim semi arab (Arab Spring) terjadi di Indonesia. (cnnindonesia.com, 01/11/2016)

Hal ini sebenarnya sangat mudah terlihat akhir-akhir ini. Gerakan yang ingin meng-‘khilafah’-kan Indonesia itu sudah cukup lama. Mereka tumbuh subur menjamur pasca reformasi.

Saya yakin, sebenarnya intelejen kita sudah mendeteksinya. Cuma mungkin belum mendapatkan momentum yang pas untuk menghentikan gerakan mereka.

Gerakan tanggal 4 November lah merupakan momentum untuk membongkar gerakan mereka. Sebagaimana yang pernah saya tulis, masalah Ahok mungkin sebenarnya hanyalah batu loncatan saja. Masalah rencana menggoncang posisi Jokowi juga hanya batu loncatan saja. Bahkan, kecurigaan Ketua Umum PBNU bahwa mereka akan menenggelamkan kelompok Islam Moderat juga terlalu mengecilkan arti sebenarnya gerakan mereka.

Sangat mungkin ada kepentingan yang jauh lebih besar ketimbang sekedar memberangus Ahok, mengguncang Jokowi, ataupun sekedar menenggelamkan kelompok Islam Moderat.

Agak berbeda dengan pendapat Brigjen Wuryanto, saya berpendapat bahwa mereka ingin terjadi pen-Suriah-an Indonesia. Paham asli “Khilafah” mereka pun dibungkus dengan manis dengan slogan NKRI Bersyariah. Mereka bergerak rapi menggunakan mesin-mesin demokrasi yang mereka haramkan.

More:   Nggak Bakalan Polisi Berani Memproses Kasus Rizieq

Mereka memiliki organisasi yang sangat rapi dan memiliki anak organisasi yang tidak hanya satu. bahkan menurut pengamatan saya, sekelas FPI sekalipun sebenarnya juga hanya sekedar pion.

Mereka mampu memanfaatkan setiap kesempatan dan momentum dengan sangat baik. Partai politik yang ngebet ingin berkuasa di negeri ini, para aktivis yang seolah-olah bergerak dalam bidang HAM, para pemuka serta orang-orang tersohor sebenarnya juga sudah mereka manfaatkan dengan baik.

Satu sisi peristiwa pemistaan Agama oleh Ahok, adalah peristiwa yang sangat menyakitkan, mengecewakan dan disayangkan oleh kaum muslim, namun dibalik itu juga ada hikmah lain dari peristiwa yang pahit ini, adanya kemungkinan semakin terbongkarnya gerakan ini secara lebih terang benderang.

Diamnya Jokowi selama ini ternyata secara langsung atau tidak langsung mampu memancing mereka untuk muncul ke permukaan. Walapun sejujurnya saya tidak yakin sepenuhnya bahwa diam-nya Jokowi ini memang disengaja semata-mata merupakan strategi untuk memancing mereka muncul ke permukaan dan terang-terangan.

More:   Menunggu Langkah Erdogan Selanjutnya, Setelah AS Mempersenjatai YPG

Kekurang ajaran Ahok, ternyata justru membantu intelejen secara tidak langsung untuk memaksa gerakan dan siapa saja individu ataupun organisasi pendukung mereka untuk muncul ke permukaan. Inilah yang dimaksud dengan berkah dibalik musibah.

Terlepas dari terlalu sibuk dan kerasnya mereka menyangkal bahwa gerakan ini semata-mata ketersinggungan mereka atas kekurang ajaran Ahok (dalam kasus ini, saya juga menganggap Ahok terlalu kebablasan dan kurang ajar), ada begitu banyak fenomena aneh yang saya tangkap. justru karena penyangkalan yang berlebihan, terlalu sibuk dan terlalu keras ini membuat saya semakin curiga dan semakin ingin menelusur niatan sebenarnya dari gerakan mereka. Mari kita tengok bersama sebenarnya siapa sebenarnya  petinggi GNPF-MUI, rencana besarnya, dan mengapa kasus Ahok begitu menjadi fenomenal yang terlalu luar biasa menurut akal sehat.

More:   Secara Resmi, Pemerintah Telah Membubarkan HTI

Silahkan Googling dengan dengan keyword pencarian Bachtiar Nasir, waktunya sebulan terakhir, dengan jenis pencariannya adalah video. Anda akan menemukan sesuatu yang sangat fenomenal. Sedikit temuan ini saya tulis diartikel terpisah berikut ini.

Dan ternyata, naluri dan dugaan saya benar. Kasus kekurangajaran Ahok ternyata hanyalah trigger untuk pegerakan yang jauh lebih besar. Dalam bahasa intelejen Brigjen Wuryanto menyebutnya sebagai revolusi ala musim semi arab (Arab Spring), dalam bahasa saya pen-Suriah-an Indonesia.

Beberapa hari yang lalu, ada fenomena aneh yang ditunjukkan oleh seorang Yusril yang menolak isu yang dihembuskan bahwa dia memimpin Gerakan Nasional Pendukung Fatwa MUI. Tidak biasanya, Yusril tiba-tiba ogah memimpin acara-acara yang seperti ini. Padahal, dalam beberapa kasus perlawanan terhadap Ahok, Yusril antusias sekali dan bahkan rela menjadi bemper.

Nampaknya, Yusril sudah meraba ada sesuatu dibalik gerakan ini. Yusril ogah diumpankan kalau ada sesuatu dibelakng hari. Dalam hal ini, Yusril terbukti cerdas dan nalurinya sangat bagus.

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top