Kesenjangan Ekonomis Antar Etnis Harus Dihilangkan | Jejaring
Analisis & Opini

Kesenjangan Ekonomis Antar Etnis Harus Dihilangkan

Din Syamsudin, mensinyalir bahwa salah satu cara untuk meredam gejolak masyarakat adalah, dengan menghilangkan kesenjangan ekonomis dan kesejahteraan antar etnis. Seyogyanya, juga harus melihat bahwa gerakan ini tidak harus dijadikan menstigmasi negatif umat Islam. (Kompas TV, 4 November 2016).

Menurut saya, memang harus diakui bahwa ekonomi Indonesia saat ini mengalami ketimpangan antar etnis mayoritas dan etnis minoritas. Nyaris sebagian besar mesin ekonomi dikuasi oleh etnis minoritas tertentu.

Salah satu kesalahan konyol dan fatal dari kebijakan ekonomi kita saat ini adalah dengan bebasnya pasar-pasar modern merangsek ke wilayah-wilayah yang menjadi area untuk mencari rejeki kaum pribumi. Harusnya, pemerintah membatasi masiv nya ekspansi ini agar masyarkat ekonomi kelas bawah juga dapat hidup.

More:   Mengapa Ormas Islam Moderat Mulai Terdesak Oleh Kelompok Ormas Non-Moderat

Salah satu kebijakan Presiden Soeharto waktu itu yang sangat baik adalah membatasi ekspansi ekonomi kelompok etnis tertentu. Itu sangat bagus untuk diadopsi agr kesenjangan ekonomi dapat dikurangi.

More:   Semakin Mesranya Rusia Dan Turki Pada Masalah Krisis Suriah

Sementara itu, nyaris sebagian besar mesin-mesin ekonomi di negara kita dikuasi oleh etnik minoritas tertentu. Hal ini harus menjadi pertimbangan yang serius oleh pemerintah. Semua individu di Indonesia ini seharusnya memiliki hak yang sama untuk menikmati kue ekonomi.

More:   Dalang Penyiraman Air Keras Ke Novel Baswedan, Siapa?
    
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top