Derita Etnis Rohingya Yang Terabaikan

Pemenang Nobel Aung San Suu Kyi secara demokratis berhasil menyapu bersih kursi Liga Nasional, dan mengantarkannya menjadi penguasa Myanmar. Sebagai
….Read More

Analisis & Opini

Derita Etnis Rohingya Yang Terabaikan

Pemenang Nobel Aung San Suu Kyi secara demokratis berhasil menyapu bersih kursi Liga Nasional, dan mengantarkannya menjadi penguasa Myanmar. Sebagai negara sedang berkembang menjadi negara demokratis, namun Myanmar belum membuat langkah yang berarti tentang hak asasi manusia. Saat ini kita dipaksa menyaksikan bagaimana kejamnya pemerintah Suu Kyi kterhadap penduduk Muslim Rohingya di negara itu, salah satu kelompok etnis paling teraniaya di dunia.

More:   Debat Cerdas Wasekjen PBNU VS Ketua DPP HTI

Gara-gara serangan kelompok garis keras Al-Yakeen pada tiga pos perbatasan di Maungdaw, Rakhine dan menewaskan sembilan polisi tewas awal bulan lalu, maka ribuan muslim Rohingya lantas dibantai dan direpresi berlebihan oleh aparat Myanmar. Konyolnya, informasi adanya serangan pleh kelompok garis keras Al-YakeenKementerian Informasi Myanmar berdasarkan hasil interogasi dari dua penyerang tertangkap hidup yang dilakukan oleh polisi Myanmar. Padahal informsi tersebut belum diverifikasi sepenuhnya tentang kebenaranya.

More:   Lho Katanya HAM Merusak Islam, Kok HTI Sekarang Minta Tolong Ke Komnas Ham?

Etnis minoritas Rohingya langsung direpresi berlebihan, pemukimannya dibumi hanguskan, banyak diantaranya yang dibantai. Sedikitnya, 100 orang tewas dan 1.250 rumah dan bangunan lainnya telah dibakar. Lucunya, militer Myanmar justru balik menuduh bahwa militan Rohingya lah yang membakar pemukiman etnis Rohingya.

More:   Mencoba Memaknai Vlog Kaesang Dari Perspektif Saya Yang Orang Ndeso Asli

Ratusan orang etnis minoritas Rohingya telah ditangkap, bantuan kemanusiaan ke kota Maungdaw di tutup oleh militer Myanmar, dan ribuan lainnya telah dipakasa untuk meninggalkan desa mereka yang hancur, banyak diantaranya yang mencoba melintasi perbatasan utara ke Bangladesh. Namun, setali tiga uang, aparat pemerintahan Bangladesh juga mengusir mereka untuk kembali ke Myanmar.

 

Halaman: 1 2

Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER BULAN INI

To Top