Ketika Onta dan Panda Terlalu Berisik | Jejaring
Fiksi & Diary

Ketika Onta dan Panda Terlalu Berisik

Serunya ketika mereka berantem di media sosial, semacam forum-forum di Kaskus, Detik Forum dll. Masing-masing sama-sama saling mengusir, karena merasa paling berhak atas hutan kita.

Kubu yang satu membawa bendera agama dan ayat suci, kubu satunya lagi membawa bendera demokrasi dan pluralisme. Padahal, sejatinya, keduanya sama-sama bukan binatang asli hutan kita.

Satunya adalah kerurunan onta, yang satunya keturunan panda. Lucunya, binatang asli hutan kita, seperti gajah, badak, tapir, anoa, cendrawasih, munyuk dan lainnya nggak dianggap sama sekali. Semua binatang asli hutan kita dianggap sekelas kecoa saja.

More:   Bahagianya Dikunjungi Teman-Teman Alumni SMP 2 Rembang Angkatan 83

Keturunan onta dengan membawa atribut dan slogan Islami ingin menghakimi dan cenderung mengajak perang keturunan panda, yang jelas kalah dalam hal jumlah polulasi, namun sebenarnya kekuatan amunisinya sangat jauh diatas keturunan onta. Sementara, kita yang hanya keturunan sekumpulan munyuk, hanya boleh menonton, kadang-kadang dituduh oleh kedua keturunan binatang tidak asli hutan kita ini berpihak pada salah satu kelompok.

More:   Akhir-Akhir Ini Saya Relatif Sangat Bahagia

Keturunan onta, dengan bersenjatakan jubah, sorban, dan ayat suci, berapi-api, hobi mengkafirkan dan menggoblogkan orang lain termasuk kita para keturunan munyuk. Berisik tidak karuan, memekakkan telinga, sehingga mengusik kenyamanan kita para menghuni hutan asli Indonesia ini. Berteriak-teriak menantang perang pada siapapun yang tidak sehaluan dengan keinginan mereka.

Para keturunan panda, dengan lagak cute, lucu, imut kadang juga menyebalkan karena hobi memancing kemarahan salah satu pihak. Mereka kalah jumlah, namun punya amunisi melimpah. Semua pohon bambu di hutan kita bisa dibeli dan dibabat habis oleh mereka, bilamana perlu.

More:   Makasih Sekali, Pak Sugeng Atas Empati & Pertolongan Njenengan

Keduanya memang keturunan hewan bukan hewan asli hutan kita ini benar-benara tidak tahu diri. Sok merasa paling berjasa bagi hutan kita, namun pelan atau pasti sebenarnya ingin menguasai hutan kita, dan atau pelan namun pasti ingin menyingkirkan kita para keturunan munyuk dan semua binatang asli hutan ini. Minimal, mereka ingin agar kita para munyuk menghamba pada mereka.

 

Halaman: 1 2

Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top