Connect with us

Fiksi

Kalau Dimas kanjeng Bisa Mengadakan Uang, Kenapa Minta Setoran

Published

on

Ini pertanyaan jahil dan ngeri-ngeri sedap yang seharusnya dijawab dengan baik oleh para petinggi padepokan Dimas Kanjeng.

Kalau memang Dimas Kanjeng benar-benar mampu melakukan “pengadaan uang” sebagaimana klaim Marwah Daud Ibrahim, kenapa Dimas Kanjeng harus minta setoran/iuran/kontribusi/sumbangan/mahar atau nama-nama lainnya kepada para santrinya?


Apa di padepokan Dimas Kanjeng itu dikelola kayak perguruan-perguruan tinggi swasta, dimana siswanya/santrinya harus membayar uang gedung SPP dan segala tetek bengeknya.

Kalau dikelola kayak kampus atau sekolahan, lha terus Jin Ifrit – nya menjabat sebagai apa? Dewan Pembina, Rektor, Dekan, atau Kajur?

Continue Reading
Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement