Jangankan Ahok, Presiden Jokowi Saja Mau Dilengserkan | Jejaring
Fiksi & Diary

Jangankan Ahok, Presiden Jokowi Saja Mau Dilengserkan

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengusulkan, sidang istimewa MPR untuk pemakzulan terhadap Presiden Joko Widodo, karena dianggap telah melindungi Ahok. (Merdeka, Jumat, 28 Okt 2016)

Sungguh hebat, berpengaruh dan begitu kuatnya tokoh ini. Bahkan, saking kuatnya, lembaga sekelas MPR pun nampaknya mulai bersedia untuk didikte sama beliau.

Selain itu, Rizieq juga menilai kepolisian tidak profesional. Bukti sudah banyak, mengapa Ahok masih dibiarkan berkeliaran.

More:   Belum Tentu Benar

Ketika menghadapi masa Rizieq, jangankan Kapolda, bahkan sekelas Pangdam saja langsung mengkeret dengan Imam Besar yang satu ini. Sekarang lembaga sekelas MPR juga mulai nampak mulai seperti kerupuk diairi oleh Imam Besar FPI ini.

Presiden saja bisa digoyang oleh beliau ini. Bahkan, dasar negara pun juga dapat dijadikan mainan. Kurang apa dahsyatnya beliau ini. Apalagi cuma sekelas Ahok, pasti habis tak berbentuk dah.

More:   Makan Pecel Sambil Ngejamu

Presiden Jokowi, sampeyan ini mau digoyang posisinya sama Habib Rizieq lho. Sampeyan takut apa nggak? Kalau saya jelas pasti takut banget dah. Kalau takut, jangan lindungi Ahok lagi ya. Turuti nasehat Rizieq, atau sampeyan harus rela untuk dilengserkan.

More:   Hati-Hati Dengan Variabel Tersembunyi

Buat Ahok, sampeyan nggak usah nyalon gubernur lagi aja deh. Khan sudah diemohi sama Habib Rizieq yang secara de facto merupakan penguasa Jakarta saat ini. Siapapun yang nggak nurut sama habib Rizieq, pasti nggak bakalan tenang untuk menjabat apapun di Jakarta. Gitu lho, Bung Ahok.

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top