Trick Licik No-Fly Zone Ala Libya Akan Dipaksakan Ke Suriah

Masih ingat apa yang terjadi di Libya … ketika koalisi multi-negara yang dipimpin NATO mendapat resolusi yang disahkan oleh PBB untuk memberlakukan
….Read More

Video: Trick Licik No-Fly Zone Ala Libya Akan Dipaksakan Ke Suriah

Masih ingat apa yang terjadi di Libya … ketika koalisi multi-negara yang dipimpin NATO mendapat resolusi yang disahkan oleh PBB untuk memberlakukan ....Read More
Analisis

Trick Licik No-Fly Zone Ala Libya Akan Dipaksakan Ke Suriah

Masih ingat apa yang terjadi di Libya … ketika koalisi multi-negara yang dipimpin NATO mendapat resolusi yang disahkan oleh PBB untuk memberlakukan zona larangan terbang (No-Fly Zone) di Libya?

Pada 19 Maret 2011, koalisi multi-negara yang dipimpin NATO  dari Ruptly mulai mengintervensi secara militer di Libya, seolah-olah untuk melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1973. PBB secara intens melakukan Voting dan mengeluarkan resolusi gencatan senjata yang pada intinya mengeluarkan perintah sebagai berikut:


“…. gencatan harus segera diberlakukan di Libya, termasuk mengakhiri serangan terhadap warga sipil, yang berarti merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan … serta diberlakukan zona larangan terbang (No-Fly Zone) di wilayah udara Libya … dan hanya jet-jet tempur koalisi multi-negara yang dipimpin NATO…..”

Read More:   Pak Nasir - Radikalisme di Kampus Belum Ada? Njenengan Yakin?

Resolusi ini diambil dalam menanggapi peristiwa selama Perang Sipil Libya demi alasan “kemanusiaan”. Dan operasi militer koalisi multi-negara yang dipimpin NATO segera dimulai. Angkatan laut Amerika dan Inggris segera menghujani Libya dengan lebih dari 110 rudal jelajah Tomahawk. Angkatan Udara Perancis, Royal Air Force Inggris, dan Royal Canadian Air Force melakukan serangan udara simultan tanpa henti. Jet – Jet tempur Prancis melancarkan serangan udara untuk menghabisi tank, kendaraan tempur serta Angkatan Darat Libya.

Read More:   Runtuhnya ISIS, Akan Justru Menguntungkan Al Qaeda?

Respon pemerintah Libya untuk melawan agresi militer dari koalisi multi-negara yang dipimpin NATO benar-benar terlambat dan tidak efektif. Hal ini disebabkan karena pasukan Gaddafi tidak berani menembak jatuh pesawat NATO, meskipun Libya memiliki 30 baterai rudal SAM kelas berat, 17 baterai SAM kelas menengah, 55 baterai SAM kelas ringan dengan total 400-450 peluncur, termasuk 130-150 rudal SA-6dan beberapa peluncur rudal SA-8 peluncu), dan 440-600 senjata pertahanan udara jarak pendek.

Hasilnya, seluruh kekuatan militer dan bahkan Gaddafi dan semua pendukungnya sekeluarga dihabisi nyaris tanpa tersisa. Mayat Gaddafi beserta anak kesayangannya dijadikan tontonan dan media selfi oleh para pemberontak anti Qaddafi. Taktik culas ini nampaknya juga sedang direncanakan ulang untuk Assad.

Read More:   Oposisi Anti Assad Tercerai Berai, Apa Langkah Assad dan Putin Selanjutnya?

Dengan alasan yang nyaris identik, yaitu demi mengakhiri serangan terhadap warga sipil ….. yang merupakan sebuah kejahatan kemanusiaan…. bla…bla…bla, maka harus diberlakukan zona larangan terbang (No-Fly Zone) dan hanya jet-jet tempur koalisi multi-negara yang dipimpin AS yang boleh terbang.

Murad Gazdiev dari Ruptly akan mengulasnya dengan detail, dan mencoba mengingatkan kembali apa alasan dan dampak yang terjadi sebenarnya dengan paksaan Trick licik No-Fly Zone ala AS dan Barat yang didukung oleh PBB.

Sumber: Ruptly

Copyright © Jejaring

Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

 
Loading...

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER

To Top