Sempat Lama Menjadi Agnostik | Jejaring
Fiksi & Diary

Sempat Lama Menjadi Agnostik

Saya sempat lama menjadi agnostik, tetapi tidak mengingkari adanya Tuhan. Hanya masih kurang cocok dengan mekanisme ibadah yang tertempel di KTP saya. Saat itu, dibenak saya ada pesimisme luar biasa dan skeptisme luar biasa tentang agama. Hal ini didasari dikala saya melihat sendiri adanya kekerasan, arogansi, dan kemunafikan dari kaum agamawan.

Banyak pihak yang mengatas namakan agama, bebas melakukan represi ke pihak lain yang kebetulan tidak sejalan dengan keyakinan yang dianutnya. Muslim menghina dan mengecilkan non-muslim saat itu saya lihat seolah menjadi sesuatu hal yang biasa. Bahkan, sesama muslim pun beda aliran bisa saling mengkafirkan dengan seenak udelnya. Bahkan dengan berteriak keras menggemakan takbir, mereka dengan mudah menghakimi kelompok lain.

More:   Sekarang Saya Cuma Mbahwo Tanpa Embel-Embel Apapun

Apakah saya kemudian membenci Agama Islam? Tidaklah sejauh itu, namun ada perasaan pesimis yang luar biasa dihati ini. Apalagi melihat akhir akhir ini betapa telengasnya ISIS, Pemberontak Suriah yang konon “Moderat”, termasuk ormas-ormas Islam di negeri ini yang begitu brutal mudah menganiaya bahkan kepada sesama muslim sendiri.

More:   Akhir-Akhir Ini Saya Relatif Sangat Bahagia

Beberapa waktu yang lalu, Anak saya yang jelas berjilbab saja, mobilnya dikepruk sehingga spionnya rontok,s ehabis mengantarkan pakaian saya di JIH, karena kebetulan saya harus mondok disana karena kena stroke. Untung hanya spionnya yang dihajar. masih mending ketimbang korban lainnya sempat masuk JIH, dan mobilnya hancur lebur. Mereka ngepruk dengan menggunakan atribut Islam (Oknum Massa PPP) yang menjadi pendukung salah satu calon Bupati Sleman, yang sekarang akhirnya menjadi Bupati Sleman. Ketika ngepruk seenaknya, mereka dengan gagah sambil menggeber-geber sepeda motor dan menggemakan Takbir keras-keras.

More:   Makasih Sekali, Pak Sugeng Atas Empati & Pertolongan Njenengan

Hebatnya, di laman pendukung calon Bupati ini, mereka dengan gagahnya mengaku sebagai pejuang penegak Khilafah, dan mencoba mengingkari semua kejadian brutal tersebut, dan justru menyalahkan para korban yang dianggap arogan, menurut versi mereka. Tidak merasa bersalah sama sekali, walaupun akhirnya ada perwakilan mereka yang menjenguk korban ke JIH.

 

Halaman: 1 2 3

Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top