Saudi Ingin Obama Segera Hengkang Dari Gedung Putih

Hengkangnya Presiden Obama dari Gedung Putih sebenarnya sangat diharapkan oleh Saudi, karena akan menyebabkan perubahan dalam hubungan yang lebih positif antara
….Read More

Analisis

Saudi Ingin Obama Segera Hengkang Dari Gedung Putih

Hengkangnya Presiden Obama dari Gedung Putih sebenarnya sangat diharapkan oleh Saudi, karena akan menyebabkan perubahan dalam hubungan yang lebih positif antara Amerika Serikat dengan Arab Saudi.

Obama telah bertentangan dengan kebijakan kerajaan Saudi selama delapan tahun terakhir, terutama dalam hal kesepakatan nuklir dengan Iran yang merupakan saingan regional utama Saudi.


Kekecewaan Saudi pada Obama terlihat jelas  ketika keluarga kerajaan nampak melecehkan Obama dengan berbuat acuh atas kedatangan Obama di Riyadh untuk KTT Teluk, tahun lalu.

Read More:   Apakah Bahan Dasar Bom Bunuh Diri Teroris Di Kampung Melayu, TATP?

Calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton sangat digadhang dan diharapkan oleh kerajaan Saudi untuk menjadi menjadi presiden AS.

Meskipun Clinton sebenarnya juga menjadi bagian kebijakan Obama yang membuat kesepakatan Nuklir dengan Iran, tindakan masa lalu Clinton menempatkan dia lebih memfasilitasi kepentingan Saudi, dan Hillary akan cenderung memperkuat ikatan yang dibuat oleh mantan presiden AS, Bill Clinton yang juga merupakan suami Hillary.

Tapi tak peduli Gedung Putih di masa kepemimpinan Obama, begitu memanjakan Riyadh, namun nampaknya Saudi tetap akan kecewa berat dengan Obama.

Obama telah menjual ratusan miliar dolar senjata ke Arab Saudi, dan banyak kebijakan Obama yang secara tidak langsung juga mengamini kebijakan Saudi untuk menyerang Yaman. Namun, kesepakatan nuklir dengan Iran adalah kebijakan Obama yang paling menyakitkan bagi Saudi, karena secara tidak langsung Obama terlibat dalam memberdayakan musuh bebuyutan regional Saudi nomer wahid.

Read More:   Demi Gelar Aksi Bela Rizieq, Tadarusan Pun Harus Digeser Jadwalnya

Saudi nampaknya sangat ingin Obama segera hengkang dari Gedung Putih, dan Clinton adalah yang paling digadhang-gadhang dan diharapkan menggantikannya sebagai pengganti Presiden AS berikutnya. Obama pasca mengser akan menjadi semakin kesepian dalam kesendirian.

Read More:   Bersikap Bijak Dalam Masalah Minoritas Rohingya di Myanmar

Sumber Gambar: sillysheeple.com

 

Copyright © Jejaring

 
Loading...

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER

To Top