Mengapa Marwah Daud Begitu Ngotot Melindungi Dimas Kanjeng | Jejaring
Analisis

Mengapa Marwah Daud Begitu Ngotot Melindungi Dimas Kanjeng

Marwah Daud Ibrahim yang merupakan salah seorang Anggota Dewan Pakar ICMI, lulusan S3 Amerika, dan banyak menduduki posisi puncak di berbagai organisasi di negeri ini, akhir-akhir ini nampak begitu ngotot untuk melindungi Dimas Kanjeng. Loyalitas Marwah Daud Ibrahim yang nampak begitu luar biasa besar, sangat tidak masuk akal dalam benak kita semua. Marwah Daud Ibrahim adalah perempuan berpendidikan tinggi, menjadi petinggi berbagai organisasi, dan secara logika harusnya bukan orang yang mudah dibodohi oleh angan-angan penggandaaan uang semata.

Marwah Daud ibrahim bahkan rela mengorbankan nama besar ICMI dan MUI demi untuk membela Dimas Kanjeng. Bahkan Marwah juga meyakini bahwa Dimas kanjeng bukan pelaku penggandaan uang, karena yakin akan ke-karomah-an Dimas Kanjeng.

Bahkan, Marwah Daud Ibrahim juga tidak percaya bahwa Dimas Kanjeng tega menghabisi dua orang santrinya sendiri. Membunuh nyamuk saja, Dimas kanjeng tidak tega, kata marwah Daud Ibrahim. (Tribunnews, 29 September 2016)

Ada banyak dugaan dan kemungkinan yang berseliweran di benak saya, yang mendasari begitu ngototnya marwah Daud dalam melindungi Dimas Kanjeng. kemungkinannya diantaranya:

Marwah Daud cemas karena terlanjur membawa ribuan santri Ke Dimas Kanjeng

Jelas secara logika ini akan membuat Marwah Daud sekeluarga cemas luar biasa, karena sudah terlanjur (langsung/tidak langsung) membawa ribuan santri ke Dimas Kanjeng dan masing-masing santri pasti menyetor uang yang cukup banyak. Bahkan konon ada dua profesor yang ikut menjadi korban dari Dimas Kanjeng, melalui Yayasan Bontobila.

  1. Jika Dimas Kanjeng terbukti menipu dan apalagi terbukti telah melakukan tindak pidana pembunuhan, maka karir Marwah Daud Ibrahim akan tamat. Nama besar keluarga Marwah Daud dan Ibrahim Taju akan runtuh di Makasar.
  2. Ada lagi aspek tuntutan pengembalian dana yang terlanjur disetor oleh ribuan pengikutnya yang terlanjur diajak oleh Marwah Daud Ibrahim jelas akan sangat besar jumlahnya.
  3. Aspek beban sosial juga akan sangat besar. Menanggung malu luar biasa, karena Marwah Daud Ibrahim bukanlah sosok warga biasa seperti kita-kita. Marwah Daud Ibrahim yang pernah mencalonkan diri menjadi ketua Partai Golkar bukanlah warga biasa. masih ingat dalam benak saya beberapa tahun yang lalu, marwah Daud Ibrahim begitu laris di berbagai media televisi untuk diwawancarai dalam banyak hal yang terkait dengan masalah politik bahkan nyaris dalam segala bidang.
More:   Nggak Bakalan Polisi Berani Memproses Kasus Rizieq

Marwah Daud Ibrahim juga adalah salah satu pemimpin perempuan dari organisasi islam (ICMI) yang cukup disegani di negeri kita. Marwah juga banyak diundang untuk memberikan kuliah, ceramah, diberbagai Perguruan Tinggi baik negeri ataupun swasta. Beliau juga banyak diundang sebagai pembicara oleh berbagai organisasi di negeri kita.

More:   HTI Sudah Mempersiapkan UUD Khilafah Untuk Mengganti UUD 45

Marwah terlanjur terlibat terlalu dalam di Padepokan Dimas Kanjeng

Marwah Daud Ibrahim memiliki posisi yang sangat luar biasa di Padepokan Dimas Kanjeng.

Marwah Daud Ibrahim bukan sekedar sebagai santri biasa, namun juga marketer sukses bagi Pergerakan Padepokan Dimas Kanjeng. Wajar, jika Marwah Daud Ibrahim diangkat menjadi Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng.

Saking semangatnya Marwah Daud Ibrahim dalam memasarkan Padepokan Dimas Kanjeng, bahkan Marwah daud Ibrahim menyatakan dan sangat meyakininya, serta berusaha keras mencoba meyakinkan publik bahwa:

“Dari padepokan ini (Padepokan Dimas Kanjeng) akan muncul inspirasi peradaban baru dimana Indonesia akan menjadi mercusuar dunia,” papar Marwah Daud.  (Lensaindonesia.com Rabu, 17/8/2016)

Bahkan, tokoh sekelas Mahfud MD juga pernah diajak Marwah untuk mengunjungi Padepokan Dimas Kanjeng. Untung akal sehat, pengalamannya nyantri di pesantren beneran selama bertahun-tahun, dan naluri mahfud MD memutuskan untuk berhenti dan tidak melanjutkan komunikasi dengan Dimas Kanjeng.

Taruh kata Dimas Kanjeng terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan maupun penipuan dengan modus penggandaan uang, maka jelas Marwah Daud Ibrahim akan terseret (minimal sebagai saksi) oleh kasus yang di lakukan oleh Sang Mulia Dimas Kanjeng yang merupakan pimpinan tertinggi Padepokan Dimas Kanjeng.

More:   Secara Resmi, Pemerintah Telah Membubarkan HTI

Marwah Daud Ibrahim juga merupakan korban yang tertipu Oleh Dimas Kanjeng

Apakah Marwah Daud Ibrahim terlibat dalam penggunaan uang dari Dimas Kanjeng? Dugaan ini terlalu jauh. kalau menurut dugaan saya, keluarga besar marwah Daud Ibrahim sebenarnya juga merupakan salah korban yang tertipu oleh Dimas Kanjeng, dan terlanjur banyak berinvestasi.

Investasi Marwah Daud ibrahim disini bukan sekedar uang namun juga karirnya sebagai akademisi, nama besar keluarga, jabatan publik, dan karir politik.

Investasi sudah terlanjur terlalu besar, sehingga hanya menyelamatkan Dimas Kanjeng adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan investasinya yang terlanjur terlalu besar untuk membesarkan Padepokan Dimas Kanjeng.

Dalam masalah sebagai korban “setoran uang”, Marwah Daud Ibrahim mungkin masih berharap agar uang yang terlanjur disetor masih bisa dikembalikan oleh Dimas Kanjeng. Itu kalau hanya berdasarkan akal sehat saya yang lho. Masalah dibelakang nantinya bagaimana, ya terserah aparat penyidik dan yang Di Atas yang menentukan bagaimana akhir ceritanya.

Saya setuju dengan pendapat Mahfud MD, apakah uang tersebut asli atau bukan, Dimas Kanjeng tetap saja bersalah. Kalau uangnya palsu, jelas itu merupakan tindakan kriminal pemalsuan uang. Kalau uangnya asli, maka itu merupakan pencurian uang “dari tempat lain” melalui ritual-ritual tertentu (cara ghaib misalnya).

Sumber gambar: Viva.co.id

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

 
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top