Analisis

Kemunafikan Adidaya Terhadap Bencana Kelaparan di Yaman

Selama lebih dari satu tahun, koalisi militer yang dipimpin oleh Saudi – dan didukung oleh Inggris dan AS – telah membom pasukan pemberontak di Yaman, dalam upaya untuk mengembalikan pemerintahan yang digulingkan pada tahun 2014. Hasilnya, Lebih dari 3.000 warga sipil telah tewas dalam konflik, dan jutaan terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Pertempuran itu telah mendorong salah satu negara termiskin di Timur Tengah ke jurang bencana kelaparan.

Dalam pidatonya di PBB, Sekretaris Negara untuk Pembangunan Internasional dari Inggris, Priti Patel mencoba mengetuk hati para pemimpin dunia dengan mengatakan bahwa: “Rakyat Yaman sangat menderita dan tidak memiliki akses ke air bersih atau sanitasi, menghadapi krisis kesehatan masyarakat yang akut, banyak anak-anak yang mati, tidak memiliki akses ke makanan dan tempat tinggal.”


Ini merupakan situasi satu bentuk kemunafikan luar biasa bagi Inggris dan Amerika

Inggris dan Amerika seolah prihatin dengan situasi krisis kemanusiaan rakyat Yaman, namun pada kenyataannya kedua negara adidaya ini tetap bersikukuh untuk menjual senjata yang demikian berlimpah ke Arab Saudi, yang terbukti banyak digunakan untuk serangan udaranya yang telah melanggar hukum kemanusiaan internasional dimana sering menargetkan sekolah, rumah sakit dan infrastruktur Yaman lainnya.

Read More:   Benedict Rogers - Jangan Pernah Anggap Indonesia Sebagai Negara Toleran Lagi

Mantan Menteri Pembangunan Inggris Andrew Mitchell mengatakan kontradiksi ini berarti pemerintah Inggris harus berbuat lebih banyak untuk mencegah Saudi. Bulan lalu, NGO Oxfam menuduh para anggota parlemen dan menteri Inggris sebagai  indovidu-indivodu yang penuh dengan “penyangkalan dan kekacauan” atas kesepakatan Inggris untuk menjual senjata ke Arab Saudi, yang dapat digunakan untuk semakin membuat rakyat Yaman semakin menderita. Pada saat itu, seorang juru bicara pemerintah Inggris justru menyatakan puas bahwa penawaran Saudi memenuhi “kriteria lisensi ekspor” senjata Inggris.

Read More:   Siapa Yang Lebih Sombong, Sang Artis Atau Sang Ustadz?

Di AS, pada hari Rabu, suara mayoritas senat menampik upaya sebagian anggota Senat yang akan memblokir pengiriman senjata besar-besaran $ 1.150.000.000 ke Arab Saudi, karena kelompok perdamaian dan pendukung hak Asasi Manusia cemas jika senjata Amerika akan digunakan untuk semakin membuat Rakyat Yaman semakin menderita. Sebanyak 27 anggota senat AS meminta pemerintahan Obama untuk mengakhiri penjualan senjata dan dukungannya bagi pemboman Saudi yang brutal di Yaman. Namun, Resolusi bipartisan untuk memblokir penjualan senjata ke Saudi gagal dengan perbandingan suara 71 (mendukung penjualan) – 27 (menolak penjualan), dan dua senator menyatakan abstain.

Read More:   Oposisi Anti Assad Tercerai Berai, Apa Langkah Assad dan Putin Selanjutnya?

Bahkan, Senator Bob Corker menyatakan: ” Ini adalah penjualan yang menguntungkan kita” Meskipun Corker mengakui Arab Saudi bukan “sekutu yang sempurna” dan tahu bahwa banyak warga sipil telah tewas di Yaman oleh serangan Koalisi pimpinan Saudi. namun ia tetap berpendapat bahwa penjualan besar-besaran senjata baru harus disetujui karena akan menguntungkan AS secara ekonomi.

Corker lebih lanjut menyatakan bahwa mempersenjatai rezim Saudi bermanfaat bagi kepentingan geopolitik AS karena akan menekan Iran, yang mendukung suku Houthi di Yaman. Hanya demi untuk alasan keuntungan ekonomi dan demi untuk menekan Iran, maka semua rakyat Yaman layak untuk dikorbankan? Sungguh sangat munafik kedua negara adidaya ini.

Sumber Video: BBC News

Copyright © Jejaring

​  
Loading...

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

TERPOPULER

To Top