HTI Tolak Pemimpin Kafir dan Perempuan | Jejaring
<iframe width=1040 height=585 src="http://embed.jejaring.net/?p=62755 frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>
5 stars 237 Votes Pernyataan resmi Hizbut Tahrir Indonesia yang dibacakan oleh Ustadz Ismail Yusanto, mengacu pendapat dari Ibnu Hazm dalam Marâtib al-Ijmâ’, hal....
HTI Tolak Pemimpin Kafir dan PerempuanPernyataan resmi Hizbut Tahrir Indonesia yang dibacakan oleh Ustadz Ismail Yusanto, mengacu pendapat dari Ibnu Hazm dalam Marâtib al-Ijmâ’, hal....thumbnail text
Analisis

HTI Tolak Pemimpin Kafir dan Perempuan

Pernyataan resmi Hizbut Tahrir Indonesia yang dibacakan oleh Ustadz Ismail Yusanto, mengacu pendapat dari Ibnu Hazm dalam Marâtib al-Ijmâ’, hal. 208 yang menyatakan, “Mereka (para ulama) sepakat bahwa imamah tidak boleh untuk wanita, orang kafir dan anak kecil”. Maka dengan mengerahkan ribuan orang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyatakan menolak Ahok yang “kafir”. Bahkan, dalam yel-yelnya, Ahok layak untuk disembelih karena “anti – Islam”.

More:   HTI Sudah Mempersiapkan UUD Khilafah Untuk Mengganti UUD 45

Acara tersebut juga dihadiri bebarapa elemen anti Ahok, diantaranya: Ustadz Bachtiar Nashir (Sekjen MIUMI), Habib Syahid bin Yahya (Sekretaris FPI Jakarta), KH Shofar Mawardi (Daarul Mawahid), Faisal (Kobar/Komando Barisan Rakyat) , Hambali Ardiansyah (Ketua Laki P ‘45), Mustakim (Ketua Forum RT RW Jakarta Tolak Ahok), Edy Mulyadi (Korp Mubaligh Jakarta), Engkong Syarifudin (Presidium RT RW), Mukhlis Abdullah (Umat Islam Menggugat).

More:   Nggak Bakalan Polisi Berani Memproses Kasus Rizieq

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) juga menyeru penegakan Syariat Islam (Khilafah Islamiyah). Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melalui beberapa ustadznya mengecam berbagai kondisi negara yang menurut HTI sangat bertentangan dengan Syariat Islam (Khilafah Islamiyah).

Yang menjadi masalah, jika memang kukuh mengacu pada pendapat dari Ibnu Hazm dalam Marâtib al-Ijmâ’?, maka seharusnya mereka juga tidak hanya sekedar menolak Ahok, semua bupati/Gubernur/Menteri atau pemimpin organisasi perempuan seperti Magawati harus di demo atau dipaksa turun juga.

More:   Pembubaran HTI Hanya Wacana Atau Sekedar Gertak Sambal?

Jika HTI benar-benar ingin menegakkan Syariat Islam (Khilafah Islamiyah), maka mereka harus juga berani mengganti semua hukum, UUD 45 maupun Pancasila.

Sumber: Panjimas

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top