Tari Bedhoyo Ketawang Keraton Kasunanan Surakarta | Jejaring
<iframe width=1040 height=585 src="http://embed.jejaring.net/?p=62416 frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>
5 stars 450 Votes Tari Sakral Keraton Kasunanan Surakarta, Bedhoyo Ketawang, yang sudah berumur ratusan tahun. Tak mudah menjadi seorang penari Bedhaya Ketawang. Ada...
Tari Bedhoyo Ketawang Keraton Kasunanan SurakartaTari Sakral Keraton Kasunanan Surakarta, Bedhoyo Ketawang, yang sudah berumur ratusan tahun. Tak mudah menjadi seorang penari Bedhaya Ketawang. Ada...thumbnail text
Alam & Budaya

Tari Bedhoyo Ketawang Keraton Kasunanan Surakarta

Tari Sakral Keraton Kasunanan Surakarta, Bedhoyo Ketawang, yang sudah berumur ratusan tahun. Tak mudah menjadi seorang penari Bedhaya Ketawang. Ada sederet peraturan yang mengikat, untuk bisa tampil menjadi penari tarian sakral yang sangat fenomenal tersebut.

Jika dulu para penari Bedhoyo Ketawang diambil dari putri para Pangeran, dan para Adipati, namun kini tidak lagi demikian. Sekarang, Keraton Surakarta mulai melakukan kaderisasi sejak dini melalui sanggar tari yang ada di Keraton. Pesertanya pun boleh dari kalangan masyarakat biasa.

More:   Resep Rahasia Kecap Berumur 750 Tahun Yang Masih Bertahan Sampai Sekarang

“Disitu anak-anak kecil, sudah kita latih tari halus gaya Keraton Surakarta. Dan ketika mereka bertahan sampai remaja, serta memenuhi syarat, baru kita ambil sebagai penari Bedhoyo Ketawang,” ujar Gusti Puger.

Syarat sebagai seorang penari Bedhoyo Ketawang diantaranya menguasai gerakan dasar beksan Ketawang secara baik, memahami budaya Jawa, beretika, postur dan raut wajah memenuhi syarat, serta mempunyai daya tahan fisik yang bagus.

More:   Resep Rahasia Kecap Berumur 750 Tahun Yang Masih Bertahan Sampai Sekarang

Maklum saja, durasi saat Bedhoyo Ketawang yang diiringi gending Ketawang Ageng digelar butuh waktu lebih dari dua jam. Selain itu juga ada syarat khusus yaitu masih perawan, atau belum tersentuh pria.

“Ditambah lagi masih harus betah laku prihatin atau tirakat, seperti puasa, mutih, dan lainnya, sehingga selalu beriman kepada Tuhan YME,” beber Gusti Puger.

Dari sekian banyak yang diseleksi, nantinya hanya 12 orang saja yang akan diambil. Itu pun masih akan diseleksi lagi, hingga tinggal 9 orang saja yang menjadi penari inti Bedhaya Ketawang.

More:   Resep Rahasia Kecap Berumur 750 Tahun Yang Masih Bertahan Sampai Sekarang

Mereka yang nantinya menempati 9 posisi urutan penari Bedhaya Ketawang dari selatan ke utara, yaitu Batak, Endel Ajeg, Endel Weton, Apit Ngarep, Apit Wingking, Apit Meneng, Gulu, Dada, dan Buncit.

Para penari itulah yang akan digembleng setiap 35 hari sekali, dan sepekan non stop menjelang Tingalan Jumenengan berlangsung.

Sumber: Joglosemar, Antara News

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top