Sok Relijius Padahal Hatiku Masih Kelam | Jejaring
Fiksi & Diary

Sok Relijius Padahal Hatiku Masih Kelam

Beneran nih. Saya rasakan sendiri, diri ini menjadi sok relijius di bulan Ramadhan. Banyak tulisan saya yang seolah berbau reliji, padahal, pada hakekatnya, ngibadah saya benar-benar ancur-lebur.  Nyaris tidak pernah tersentuh lagi oleh segala hal yang berbau agama. hati ini benar-benar sudah ditutupi oleh kegelapan.

Arogansi, sombong, sok tahu, dan kegoblogan lainnya benar-benar telah menghitamkan hati saya. Benar kata Pak Nasir, yang sempat tertegun dan kaget bahwa saya masih bisa juga menangis. Rupanya beliau tidak tahu bahwa betapa kelamnya hati ini sebenarnya. Saya menangis waktu itu karena menyadari kekelaman hati namun seolah tidak ada daya upaya sedikitpun dari diri saya sendiri untuk mengubahnya.

More:   Bahagianya Dikunjungi Teman-Teman Alumni SMP 2 Rembang Angkatan 83

Entah setan mana yang masih bersemayam di benak saya ini. Masih banyak hal yang harus diruwat di tubuh ini kayaknya. Semakin tua, bukannya semakin menyadari betapa besar nikmat Allah yang dilimpahkan kepada saya.

Semakin tua, semakin cenderung larut dalam kehidupan duniawi. Jangankan fasih baca al-Qur’an, beberapa waktu ini mencoba menghafal Surah Yasin saja nggak kelar-kelar.  Sudah mencoba di HP saya pasang aplikasi khusus untuk Surah Yasin, sampai videonya juga sudah saya pasang sekalian biar cepet hafal, ternyata nggak mudah.

More:   Sekarang Saya Cuma Mbahwo Tanpa Embel-Embel Apapun

Masak besok-besok dunianya udah nggak dapet, akhiratnya juga harus nombok lagi? Apa dosanya sudah terlalu besar sehingga pintu hidayah nggak kebuka-buka? Apa harus Taubatan Nasuha dulu ya? Apa ya harus termasuk ke dalam golongan orang-orang yang terus merugi?

More:   Akhir-Akhir Ini Saya Relatif Sangat Bahagia

Ya Allah ampunkanlah segala dosa-dosa hamba ini. Bahkan pada momen yang mulia ini, saya ternyata masih sekedar bergaya sok relijius saja. Belum ada sedikitpun dari relung hati agar membongkar kegelapan hati Hamba. Mohon Hidayah Mu ya Allah. Mohon limpahi kesempatan kepadaku untuk membongkar sisi gelap hati ini, sehingga Nur Mu dapat menerobos dan menerangi dalam relung hati hamba.

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top