Bedhoyo Angron Akung | Jejaring
Alam & Budaya

Bedhoyo Angron Akung

Tari Bedhoyo Angron Akung mengiringi prosesi adat jumenengan Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo sebagai Paku Alam X di Bangsal Sewatama, Puro Pakualaman, DI Yogyakarta, Kamis kemarin (7/1).

Bedhoyo Angron Akung, merupakan tari putri kelompok yang diperagakan oleh tujuh orang. Setiap penari secara simbolis filosofis mempergerakan penyamaran Raden Panji Inu Kertapati.

Bedhoyo Angron Akung diciptakan oleh KGPAA. Paku Alam II (1829 – 1858) dan digubah kembali pada masa KGPAA. Paku Alam VIII (1937 – 1998).

Pergelaran biasanya dilaksanakan di Bangsal Sewatama untuk menyambut tamu-tamu kehormatan Pura Pakualaman dan memperingati ulang tahun Sri Paku Alam. Sesuai dengan namanya, tari ini bersumber dari cerita Panji Angronakung. Tarinya bernarasi simbolis tentang Raden Panji Inu Kertapati ketika dalam penyamaran untuk mencari Dewi Anggraeni.

More:   Resep Rahasia Kecap Berumur 750 Tahun Yang Masih Bertahan Sampai Sekarang

Sumber: wilwatiktamuseum, Kratonpedia

 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

 
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top