Pak Raden, Pencipta Tokoh Si Unyil | Jejaring
Alam & Budaya

Pak Raden, Pencipta Tokoh Si Unyil

Siapa yang tak tahu Si Unyil? Tokoh anak yang berbentuk boneka tangan yang muncul di layar kaca sejak tahun 1978. Serial Si Unyil tayang pertama di TVRI. Ceritanya yang apa adanya menjadikannya tayangan favorit bagi masyarakat. Unyil begitu melekat dalam ingatan kita dengan ciri khasnya yang unik yaitu peci serta sarungnya.

Pak Raden, Pencipta Tokoh Si Unyil 2Dalam serial Si Unyil, Unyil diceritakan sebagai anak petani yang tinggal di sebuah desa. Selain bercerita tentang kesehariannya, dalam setiap episodenya banyak pesan positif di dalamnya. Tidaklah heran jika kepopuleran Si Unyil tak pernah padam hingga kini.

Namun, tahukah kamu siapa pencipta boneka Unyil ini? Beliau adalah Suyadi. Selain sebagai pencipta, Suyadi juga memainkan salah satu peran di dalamnya sebagai Pak Raden. Pak Raden dulunya menempuh studi di ITB, Jurusan Seni Rupa (1952-1960) dan belajar animasi ke Perancis (1961-1963). Dari karyanya satu saja yaitu Si Unyil tentu kita tahu bahwa Pak Raden merupakan orang hebat, kreatif dan dan penuh inovasi

Sayangnya, kita bakal kangen dengan suara khas Pak Raden karena beliau telah menghembuskan nafas terakhirnya pada 30 Oktober 2015. Beliau tutup usia di umurnya yang ke 82 tahun. Hal lain yang juga perlu kita tahu tentang Pak Raden ini ialah kelihaiannya sebagai pendongeng. Pak Raden seringkali mendongeng sambil menggambar. Keren kan.

Satu hal lagi yang perlu kita tahu tentang Pak Raden adalah hingga detik terakhirnya beliau hidup sederhana dan sendirian. Ia tinggal bersama pengasuhnya, Pak Madun dan Pak Nanang. Pendapatannya ia peroleh dari melukis dan pertunjukan boneka kecil-kecilan. Pada tahun 2013, Pak Raden membutuhkan biaya untuk mengobati kakinya. Ia berniat menjual lukisannya yang berjudul “Perang Kembang” kepada Jokowi dan pada akhirnya lukisan tersebut dibeli oleh Prabowo.

Berdasarkan artikel dalam Merdeka.com, Pak Raden menggunakan uang hasil menjual lukisannya tersebut tidak hanya untuk pengobatan dirinya. Sebagian uangnya ia gunakan untuk mencetak manuskrip buku cerita anak bergambar yang selama ini ia buat. Ia ingin membuat buku cerita bagi remaja yang isinya berdasar pada cerita wayang dan ingin membuat lukisan dengan tema seni pertunjukan tradisional.

Selamat jalan Pak Raden. Karyamu akan selalu hidup di hati kami.

sumber foto : wikipedia.com

 

 
 
Perlu Untuk Anda tonton tayangan menarik berikut Ini:

   
 

KOMENTAR ANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jejaring.net. Dilarang berkomentar berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Jejaring.net berhak untuk menghapus segala bentuk unggahan yang berbau iklan, pornografi, pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Comments

TERPOPULER MINGGU INI

To Top