Connect with us

Fiksi

Setelah Lama Bersama, Akhirnya Harus Kurelakan Dia Pergi

Published

on

Bertahun-tahun kami bersama. Banyak suka duka yang hanya menjadi rahasia kami berdua. Dia sering menemaniku dalam diam. Sangat setia menungguku, walaupun sering saya tinggal pergi. Dia sering mendukungku saat dalam gundah. Pedih perih kehidupanku pun ikut dia rasakan.

Namun, hari ini dengan berat hati terpaksa dia saya relakan pergi. Saya harus ikhlas melepasnya. Dulu tubuhnya yang bahenol, sekarang menjadi kurus kering dan banyak jamurnya disana-sini.


Dengan hati sedih, saya harus manut sama Yayangku tersayang. \”Harus\” katanya. Dengan wajah mbethuthut, Yayangku memutuskan bahwa posisi si dia harus saya lepaskan dan ikhlaskan untuk masuk ke tempat sampah. Dia harus diganti dengan yang baru dan lebih muda, cantik dan bahenol. Dia adalah Bantal kesayanganku yang sudah mulai bulukan, kisut, kurus kering, dan jamuran.

Kuhantarkan dia terakhir kalinya dan disemayamkan di tempat sampah RT kami. Dengan diiringi gendhing Pangkur Palaran, pelan-pelan kuletakkan si Dia di tempat terakhirnya. Dengan langkah berat, kutinggalkan dirinya yang telah menemaniku ber tahun-tahun.

Continue Reading
Advertisement
Comments

Trending