Connect with us

Peristiwa & Opini

Siapkan Biaya Pemakaman Mulai Dari sekarang

Diunggah:

on

TV STREAMING

Wow……surprise…………. ternyata biaya pemakaman sampai dengan prosesi dan tetek bengeknya bisa menguras kantong. Bahkan bisa jadi, sak celanane bahkan sampai hangernya juga akan ikut terkuras habis.

Mari kita hitung-hitung berapa kira-kira biaya pemakaman kita. Berdasarkan data yang telah di telisik oleh merdeka.com, untuk wilayah jakarta, hanya beli tanah pekuburannya saja sekitar 4,5 juta. Itu baru pesen lokasi tanah yang cuma buat tiduran kita selamanya. Belum lagi kalau harus membongkar makam yang lama, biaya bongkar minimal bisa mencapai 10 juta rupiah. Thus, secara keseluruhan, biaya buat sewa tempat tidur idaman masa depan ternyata minimal harus merogoh kocek sebesar 15 juta rupiah.

Kalau ditambah rumput, nisan dan kijing, maka minimal harus mengeluarkan biaya sekitar 2 jutaan. Berarti sekitar 17 juta rupiah harus kita siapkan. Itu belum termasuk prosesinya.

Hari pertama saat kematian kita, apabila diasumsikan dihadiri sekitar 300 orang pelayat, kita pasti harus menyediakan snack dan makanan kecil. Biaya sekitar 1,5 juta rupiah. Ditambah kain kafan dan segala perlengkapannya, sekitar 500 ribu rupiah.

Hari ketiga, hari ketujuh, hari ke empat puluh, hari ke seratus dan hari ke seribu, paling tidak ada selametan. Jika kita menggunakan besekan dengan rata-rata seharga 3 ribu rupiah (dengan asumsi kita pelit banget, ayamnya cuma dibanyakin tulangnya) , dan dikalikan tetangga RT kita yang menghadiri selametan sekitar 50 orang, maka paling tidak sekitar 150 ribu rupiah per prosesi yang harus kita keluarkan. Ditambah sangu buat pak Kaum 50 ribu rupiah, maka minimal 200 ribu rupiah harus kita keluarkan. Kalau dikalikan lima kali prosesi, maka sekitar 1 juta rupiah lagi harus kita persiapkan.

Thus, total biaya pemakaman kita minimal sekitar 20 juta rupiah. Itu baru hitung-hitungan saat ini. Apabila biaya pemakaman berbanding lurus dengan inflasi yang tumbuh sekitar 5% pertahun, dan dianuitaskan 10 tahun ke depan (asumsi: kita masih bisa bertahan 10 tahun lagi), maka akan membengkak hampir 2 kali lipat atau sekitar 40 juta rupiah.

Alamakkkkkkkk, muahalnyaaaa. Kalau kita yang cuma jadi dosen dengan rata-rata pendapatan perbulan 3 juta rupiah, maka untuk sepuluh tahun kedepan minimal harus menabung sebesar 500 ribu rupiah hanya untuk biaya pemakaman diri kita sendiri. Walahhhhhhh, mana ada sisa duit segitu buat tabungan pemakaman????? Mosok, mau mati aja harus ngutang ke bank??? Apa ya nanti nagihnya ke kuburan??

Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Jejaring.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang diatur dalam UU ITE.
Advertisement