Connect with us

Ide Bagus

Bosan Kerja Di Kantor? Kerja Di Rumah-pun OK Juga

Published

on

Alasan yang mendasari seseorang menjadi bosan kerja di kantor bisa disebabkan banyak hal, misalnya merasa karirnya sudah tidak mungkin berkembang lagi, merasa terbelenggu dengan aturan kantor yang sering menyesakkan dada, gaji yang tidak memadai dan sebagainya. 

Apakah dengan begitu terus kita mengubur diri berlarut-larut dan hanya meratapi nasib serta sibuk menyalahkan orang lain atau organisasi? Merasa hari-harinya sudah mendekati kiamat? Itu tindakan yang bodoh dan sia-sia.


Ingat !!!, organisasi yang saat ini menaungi Anda memiliki aturan tersendiri, parameter tersendiri dan juga memiliki kebijakan tersendiri. Dan semua itu belum tentu cocok dengan kapabilias, kemampuan maupun bakat Anda. Jadi, jangan pernah terlalu larut untuk menyalahkan orang lain ataupun organisasi. Cara yang paling cerdas adalah, \”Bangkit\” dan segera cari \”Alternatif\”. 

\”Bangkit\” dan mencari \”Alternatif\” itu tidak identik dengan melakukan tindakan frontal seperti mengundurkan diri ataupun nggembosi organisasi. Kalau model bangkitnya semacam nggembosi organisasi itu merupakan tindakan yang sama sekali gegabah dan cenderung ngawur adanya.

Saya justru akan menilai Anda masuk dalam golongan orang-orang depresi, aslinya gak punya kemampuan dan cengeng kalau tindakan negatif ini yang Anda ambil. Ingat, apapun juga Anda sudah berkomitmen untuk bergabung dan membangun organisasi. Sungguh sangat konyol apabila yang Anda lakukan adalah jalan negatif dengan melakukan pengingkaran terhadap komitmen Anda. Masalah eksistensi Anda kurang diakui di organisasi, itu adalah resiko dari komitmen yang telah Anda sepakati. Jadi, jangan cari-cari alasan untuk melarikan diri dari organisasi. 

Yang dimaksud Bangkit dan mencari Alternatif disini adalah Anda harus mampu menggali talenta dan kehebatan Anda agar bisa digunakan untuk mengibarkan bendera Anda dan sekaligus bisa digunakan untuk menyiapkan sekoci ketika Anda nantinya terlempar dari kapal utama. Khan setiap orang pastilah secara naluri ingin sekali-kali benderanya berkibar? Paling tidak sekali dalam hidup kita pernah diakui oleh orang lain bahwa kita pernah terlahir sebagai manusia yang bermanfaat dan memiliki kemampuan di dunia ini.

Khan kacau ketika kita mengenalkan diri ke orang lain, terus orang tersebut malah gantian tanya, \”eh….maaf, memangnya siapa Anda?\” Khan lebih enak kalau dengan sumringah orang tersebut menjabat erat tangan kita dan berkata renyah, \”Ooooooo…….ini tho Bapak/Ibu yang bernama bla..bla…bla. Wahhhhh sudah lama saya sangat ingin kenalan tetapi Bapak/Ibu ini susah ditemui. Alhamdulilahhhh….akhirnya bisa juga akhirnya menjabat tangan Bapak/Ibu.\” Jawaban yang renyah dan bersahabat itu hanya bisa kita dapatkan apabila kita mampu membangun branding/bendera diri yang baik.

O iya, kok malah ngelantur kemana-mana. Terus gimana caranya agar Branding bisa kita bangun tanpa harus melalui organisasi yang menaungi kita?. Ada banyak cara, misalnya sering ngumpul-nguimpul seperti arisan dan sejenisnya. Tetapi itu biasanya memakan biaya yang sangat besar. Cara lainnya adalah dengan membuat buku yang bagus, tetapi itu tidak mudah dan kelamaan.

Salah satu yang paling cepat dan tidak berbiaya mahal, buatlah situs yang bisa mengangkat nama Anda sekaligus juga menciptakan dana pensiun Anda dalam jangka panjang. Atau paling tidak menginduklah pada situs yang sekiranya bisa mengibarkan bendera Anda dalam jangka panjang.

Anda pasti pernah dengar nama Anne Ehira khan? Apapun kontroversinya, dia terbukti mampu membangun brandingnya sebagai salah satu ahli online marketing yang kontroversial tingkat dunia. Padahal dia hanya bekerja dirumah dan sebenarnya tidak memiliki kompetensi dibidang marketing maupun IT yang hebat. Bahkan namanya mungkin jauh lebih dikenal di dunia daripada Hermawan Kertajaya, Tung Desem dan bahkan Mario Teguh. Tanpa harus bekerja kantoran dan adu urat leher dengan lingkungan organisasi kita. Apalagi sampai antem-anteman.

Contoh terbaru yang sederhana lainnya, misalkan Masjoen. Kalau Anda cari di Google atau mesin pencari lainnya dengan tag Masjoen atau Gethok Tular Marketing, dia methingkring di paling atas. Gak usah pakai kampanye mahal-mahal, namanya mudah dicari di Google bahkan mungkin lebih dikenal sebagai ahli Gethok Tular Marketing daripada seorang profesor sekalipun.

Nah, ketika branding sudah dibangun, maka selanjutnya untuk menggali rejekinya akan ngikut sendiri, baik itu pada acara offline, online, ataupun pendapatan recehan dari situs-situs kita. Dan apabila Anda bisa kreatif lagi, cara Masjoen dalam membangun jejaring bisnisnya itu juga cerdik dan costless.

Jadi, kenapa harus menyakiti diri sendiri dengan tindakan yang negatif dan menghabiskan energi? Ayo bangkit dan cari alternatif. Allah memberikan kita akal tidak hanya untuk berkeluh kesah dan menangis mendayu-dayu. 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment
KOMENTAR ANDA
Advertisement