Connect with us

Ide Bagus

Rekan Kerja Anda Membahayakan?

Published

on

Ada salah satu buku yang mengatakan bahwa tempat kerja adalah laboratorium sebenarnya, di mana orang hidup dalam cawan petri dan ada supervisor yang mengamati bagaimana mereka berinteraksi. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa selain di tempat tidur, tempat kerja adalah tempat kebanyakan orang menghabiskan sebagian besar waktu mereka. Nah khan, bisa jadi sebenarnya hubungan kita dengan rekan kerja itu lebih banyak waktunya daripada suami-istri kita sendiri. Jadi kenalilah dengan baik rekan kerja Anda sebagaimana Anda mencoba mengenali pasangan Anda. 

Riset yang dilakukan oleh OfficeTeam, menemukan bukti bahwa sepertiga dari responden merasa telah bekerja dengan orang-orang yang tidak profesional, tidak mampu menjaga kepercayaan yang diberikan oleh responden, bahkan yang paling mengerikan, lebih dari setengah responden (68%) menyatakan bahwa rekan kerja atau atasan mereka sering menggunting dalam lipatan. Dan dalam hal konsep kepemimpinan, hampir seperempat dari mereka yang disurvei mengatakan manajer mereka tidak efektif dan tidak profesional dalam bekerja, sering kali overdrive dan overacting.


OfficeTeam kemudian mengidentifikasi dan menjabarkan berbagai tipe perilaku-perilaku brengsek rekan kerja maupun atasan dan juga mengulas bagaimana cara mengantisipasinya. Perilaku-perilaku brengsek itu diantaranya:

 

BELITTLER (Suka Ngentengke, Atau Menyepelekan Rekan Kerja – Anak Buah)

Belittler ini biasanya sangat suka merendahkan orang lain dan dampaknya bagi pekerja yang tidak tahan banting bisa kehilangan kepercayaan dirinya. Biasanya teknik yang digunakan oleh Belittler adalah \”ah.. si X khan tidak bisa bekerja\”, \”…memangnya kamu bisa apa?\”, \”kamu khan cuma…..\” dan sebagainya.

Cara mengatasi: kepercayaan diri Anda adalah menjadi kelemahan utama Belittler, dan ia akan mundur teratur jika Anda mampu menunjukkan kehebatan Anda. Belittler bukanlah tipe petarung handal. Mereka secara psikologis sebenarnya mengecilkan orang lain karena takut tersaingi oleh rekan kerja yang lain atau anak buahnya. Satu-satunya jalan untuk memberangus Belittler adalah tunjukkan prestasi kerja yang jauh lebih hebat dari dirinya. Begitu Anda berhasil, maka akan membungkamnya selamanya. 

 

Pencuri Ide (Hijacker)

Para pencuri ini biasanya membajak ide brilian Anda seolah-olah  merupakan ide yang berasal dari cangkang otaknya. Dia akan tampak digaris depan ketika proyek berhasil, dan akan menghilang di telan bumi ketika proyek gagal.

Cara mengatasinya: Berikan laporan tertulis kepada atasan tertinggi Anda tentang kegiatan dan prestasi dari proyek Anda. Tunjukkan bahwa proyek tersebut hanya Andalah yang bisa mengelolanya.  Buktikan bahwa tanpa keberadaan Anda, proyek tersebut tidak akan pernah bisa berjalan dengan baik.

 

Penyabot (Saboteur)

Penyabot memiliki bakat untuk meninggalkan rekan kerja atau anak buah dalam kesulitan. Serupa dengan belittler, mereka ingin membuat orang lain terlihat buruk atau minimal tidak akan lebih baik dari dirinya. Berbeda dengan Belittler yang cenderung terang-terang, penyabot ini biasanya beroperasi secara diam-diam. Taktik mereka tidak selalu terbuka, sehingga Anda mungkin tidak menyadari Anda bekerja dengan penyabot sampai batas waktu kritis tiba. Biasanya Anda akan tahu keadaan sebenarnya justru ketika sudah terlambat.

Cara mengatasinya: Pastikan supervisor atau manajer proyek tahu peran dan tanggung jawab setiap anggota tim, dan bersikeraslah untuk mendapatkan laporan kemajuan kerja Anda secara berkala sehingga penyabot tidak dapat mengambil keuntungan dari penyimpangan dalam pengawasan.

 

Penebar Rumor (Monger)

Rumor mongers biasanya hanya berani berbicara negatif di belakang punggung orang lain. Ini adalah jenis  rekan kerja atau atasan yang sangat berbahaya karena dia memiliki kemampuan untuk merusak reputasi Anda.

Cara mengatasinya: Pertahanan terbaik adalah menghindari terlibat dalam setiap jenis gosip. Ingat bahwa apapun yang Anda katakan bisa digunakan untuk menghabisi Anda. Dia bisa mengubah pernyataan yang hitam menjadi putih dan juga sebaliknya. 

 

Sok Sibuk (Slacker)

Aslinya model pekerja seperti ini adalah pemalas, tidak kreatif, dan sebenarnya kebingungan dengan apa yang harus dia kerjakan. Sering mengklaim dirinya \”terlalu sibuk\”, padahal hasil kerja riilnya sama sekali tidak pernah terlihat.  

Cara mengatasinya: Pastikan orang ini diserahi tanggungjawab yang mudah diidentifikasi hasil kerjanya. Dokumentasikan dengan baik tanggung jawab setiap anggota kelompok dan buatlah laporan berkala secara detail. Kalau memang dia tidak berkontribusi apapun, buatlah laporan secara jujur memang dia sama sekali tidak berkontribusi apapun. Ini bukan berarti Anda berlaku kejam terhadap dirinya, tetapi paling tidak Anda berusaha menyadarkannya sedini mungkin untuk tidak berperilaku \”sok sibuk\”.

Continue Reading
Comments